Bali United

Soal Gaji Hanya Dibayar 25 Persen dari Kontrak, Begini Tanggapan Bek Bali United Anan Lestaluhu

Menurut Anan Lestaluhu, karena tidak ada aktivitas latihan atau pertandingan selama libur kompetisi Liga I Indonesia 2020 hingga 29 Mei mendatang.

Tribun Pekanbaru
Ilustrasi Gaji 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Marianus Seran

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Bek kiri Bali United Anan Lestaluhu, memberi tanggapan terkait pembayaran gaji 25 pesen dari kontrak pemain dan pelatih yang ditetapkan PSSI melalui SK yang diterbitkan Jumat (27/3/2020).

Menurut Anan, sebagai pemain harus mengikuti aturan tersebut.

"Soal gaji yang hanya 25 persen, sebagai pemain saya ikut aturan atau kebijakan yang berlaku dari klub maupun Federasi sepakbola Indonesia, PSSI ," ujar Anan kepada Tribun Bali, Rabu (1/4/2020).

Menurut Anan Lestaluhu, karena tidak ada aktivitas latihan atau pertandingan selama libur kompetisi Liga I Indonesia 2020 hingga 29 Mei mendatang.

Pemkab Jembrana Akan Beli 5.000 Alat Rapid Test, Prioritas untuk Tenaga Medis

Tindak Lanjuti Pergub, Diskoperindag Jembrana Data 85 Produsen Arak

Selama masa liburan akibat pandemi Covid 19, Anan mengatakan, sebagai pemain tetap menjaga fisik,  latihan sendiri seperti biasa , menerapkan menu latihan yang pernah didapat dari tim pelatih untuk meningkatkan fisik.

"Tetap mengikuti arahan pelatih selama berada di rumah di Jakarta," kata Anan.

Untuk diketahui, Surat Keputusan PSSI ini diterbitkan Jumat (27/3/2020) di Jakarta yang ditanda tangan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, memutuskan pertama, PSSI menetapkan bahwa bulan Maret, April, Mei dan Juni 2020 adalah status keadaan tertentu darurat bencana terkait penyebaran Covid 19 di Indonesia, maka status ini disebut keadaan Kahar (Force Majeure)

Kedua, berdasarkan ayat pertama, maka klub peserta Liga I dan 2, dapat melakukan perubahan kontrak kerja yang telah ditandatangani, atau disepakati antara klub dan pemain, pelatih, dan official atas kewajiban pembayaran gaji di bulan Maret, April, Mei, Juni 2020 yang akan dibayarkan maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera dalam kontrak kerja.

Ketiga, menunda gelaran kompetisi Liga 1 dan 2 sampai tanggal 29 Mei 2020.

Keempat, apabila status Keadaan Tertentu Darurat Bencana tidak diperpanjang oleh pemerintah RI, maka PSSI menginstruksi PT LIB melanjutkan kompetisi Liga I dan 2 setelah tanggal 1 Juli 2020.

Kelima, apabila pemerintah RI, memperpanjang Keadaan Tertentu Darurat Bencana setelah tanggal 29 Mei 2020 dan/atau PSSI memandang situasi belum cukup ideal untuk melanjutkan kompetisi, maka kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2020 akan dihentikan.

Keenam, hal hal terkait teknis termasuk, namun tidak terbatas pada penjadwalan, sistem dan format kompetisi, kewajiban klub terhadap pihak ketiga, sistem promosi dan degradasi, akan diatur kemudian dalam surat keputusan yang terpisah.

Surat keputusan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam surat keputusan ini, maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. (*)

Penulis: Marianus Seran
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved