Corona di Bali
Walaupun Zero Kasus, Kelurahan Serangan Juga Lakukan Isolasi Wilayah untuk Antisipasi Covid-19
Mulai hari ini, Rabu (1/4/2020) Kelurahan Serangan, Denpasar, Bali melaksanakan isolasi wilayah. Dilakukan mulai pukul 07.00 - 24.00 Wita.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Mulai hari ini, Rabu (1/4/2020) Kelurahan Serangan, Denpasar, Bali melaksanakan isolasi wilayah.
Isolasi wilayah dilakukan mulai pukul 07.00 - 24.00 Wita.
Pantauan Tribun Bali, di jalan menuju Serangan telah dipasang spanduk bertuliskan
"Himbauan: untuk mencegah penyebaran/ memutus rantai virus corona (covid-19) bagi masyarakat luar yang tidak berkepentingan sementara dilarang masuk."
• Sejumlah Relawan Terjun ke Lapangan, Aksi Pencegahan Virus Corona
• Gojek Impor Masker untuk Jaga Kesehatan dan Keselamatan Mitra Driver Dari COVID-19
• WIKI BALI - Masa Peniadaan Sholat Berjamaah dan Sholat Jumat Diperpanjang di Bali
Dikonfirmasi Lurah Serangan, I Wayan Karma mengatakan, walaupun wilayahnya zero corona dan tak ada ODP maupun PDP, pihaknya tetap melakukan pembatasan lalulintas orang masuk ke wilayahnya.
Dan itu merupakan hasil rapat dengan pihak desa adat untuk memutus penyebaran Corona atau Covid-19.
"Ini hasil rapat kemarin dan arahan pimpinan karena Serangan zero atau tidak ada jadi kita diharapkan antsipasi warga lalulalang. Dan ada kesepakatan rapat dengan prajuru akhirnya diputuskan bersama kalau orang yang masuk diantisipasi," katanya.
Karma mengatakan setiap warga masyarakat yang datang ke wilayahnya akan diinterogasi ditanyakan kepentingan, tujuan dan akan bertemu dengan siapa.
Jika sangat mendesak dan urgent maka akan diijinkan masuk, dan jika tidak maka tidak diijinkan.
"Kami tanyakan masyarakat itu ada kepentingan apa, kalau urgent dipersilakan, kalau tidak tidak akan diberikan masuk. Itu hasil rapat," katanya.
Selain itu warga Serangan juga tidak diperbolehkan berkerumun atau melakukan kumpul-kumpul.
Warganya juga diharapkan ke luar jika ada kepentingan mendesak, dan jika tidak ada kepentingan diminta diam di dalam rumah.
Untuk menjaga di pintu masuk wilayah Serangan, pihaknya menugaskan pecalang dan linmas untuk berjaga dengan sistem shift.
Setiap shift terdiri dari dua orang.
"Pagi jam 7 sampai jam 12 ganti shift 2 orang. Jam 12 sampai jam 4, dan terakhir jam 4 hingga selesai," katanya.
Pihaknya menambahkan, untuk isolasi wilayah ini direncanakan dilakukan hingga tanggal 7 April mendatang.
"Sebenarnya belum ada sampai kapan, tapi kami upayakan sampai 7 April ini. Nanti selanjutnya akan dilaksanakan evaluasi," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/spanduk-imbauan-agar-warga-tak-berkepentingan-tidak-masuk-wilayah-serangan.jpg)