Corona di Bali

Akibat Pandemi Covid-19, 3.481 Orang Pekerja Migran Indonesia Pulang Ke Bali

Sebanyak 3.481 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri telah pulang ke Bali

Istimewa
Update Virus Corona di Bali: 316 WNI Pekerja Migran ABK Kapal Pesiar MSC Splendid Italia Tiba di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 3.481 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri telah pulang ke Bali. Kepulangan para PMI tersebut diakibatkan adanya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di negara penempatannya bekerja.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, kepulangan 3.481 PMI tersebut terhitung dari 22 Maret hingga 2 April 2020. "Mulai dari tanggal 22 Maret 2020 sampai sore ini tanggal 2 April 2020 jumlah PMI yang kembali pulang sebanyak 3.481," jelasnya saat melakukan siaran pers melalui teleconference, Kamis (2/4/2020) sore.

Dirinya mengatakan, seluruh PMI yang pulang telah diperiksa kesehatannya serta diberikan imbauan untuk melakukan karantina di rumahnya masing-masing minimal selama 14 hari. "Telah kita minta berbagai komponen untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap ketaatan dan kedisplinan mereka umtuk melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing," jelasnya.

Sebelumnya, Dewa Indra mengakui bahwa kesadaran untuk melaksanakannya karantina mandiri bagi PMI di rumah masing-masing mutlak tergantung dari mereka sendiri. Namun guna PMI bisa sadar melakukan itu maka pihaknya mengaku sudah melakukan pengawasan yang berlapis-lapis. Setiap PMI yang dikarantina dan telah dinyatakan negatif maka menjelang pulang akan dibriefing agar melanjutkan karantina. Disamping itu, pada kartu kesehatan hasil rapid test juga sudah berisi kolom khusus yang menyatakan sudah melakukan karantina di rumah.

Kemudian, pihaknya juga mengaku sudah bersurat kepada bupati, walikota, Dandim dan Kapolres se-Bali untuk mengawasi para PMI yang baru pulang dari luar negeri. Pengawasan dilakukan agar mereka tertib atau disiplin dalam melaksanakan karantina mandiri. Gubernur Bali Wayan Koster juga telah membentuk Satgas Gotong Royong Covid-19 berbasis desa adat yang tugasnya juga mengawasi para PMI tersebut. Di desa juga dibentuk posko desa yang beranggotakan unsur desa, desa adat, Babinsa, Babinkamtibmas. Posko desa ini juga melakukan pengawasan terhadap para PMI dalam melakukan isolasi mandiri.

Satgas penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali juga telah mengirimkan surat kepada seluruh kepala desa dan.lurah se-Bali. Surat tersebut meminta agar lurah dan kepala desa membuat surat instruksi yang ditujukan kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing wajib melaporkan diri bila baru datang dari luar negeri. "Laporan itu digunakan sebagai data oleh perangkat desa (atau) perangkat lurah untuk melakukan pengawasan," jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali itu.

Dengan adanya berbagai metode pengawasan tersebut, Dewa Indra mengaku sudah melakukannya lewat berbagai jalur. Mulai dari jalur PMI itu sendiri, kemudian jalur bupati dan wali kota, jalur Dandim, Kapolres, Babinsa, Babinkamtibmas, hingga jalur desa adat. "Apalagi yang kurang, siapa lagi yang harus mengawasi," tanya mantan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali itu.

Namun jika masih ada yang tidak disiplin, berarti ada pihak-pihak di berbagai jalur tersebut yang tidak bekerja sebagaimana mestinya atau bekerja namun tidak optimal. Menurutnya, Satgas yang dipimpinnya itu tangannya berada di tingkat provinsi dan tidak mungkin bisa menyentuh para PMI tersebut satu persatu, terlebih jumlahnya mencapai ribuan di ratusan desa. "Tapi semua itu bergantung individu masing-masing. Sampai sejauh mana tanggungjawab dirinya terhadap kesehatan diri dan kesehatan keluarganya. Kalau dia tidak bertanggungjawab maka dia melakukan tindakan yang indisipliner," jelasnya.

Untuk diketahui, Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali melakukan karatina kepada PMI yang pulang ke Bali. Namum tidak semua dari mereka yang pulang tersebut dikarantina. PMI yang dikarantina hanya mereka dari 11 negara terjangkit yakni Tiongkok daratan, Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Prancis, Jerman, Swiss, Inggris, Kota Daegu dan Provinsi Gyeongsangbuk-do di Korea Selatan dan Amerika Serikat. Selain itu, PMI yang dikarantina merupakan mereka yang tidak dilengkapi dengan alat kesehatan atau setelah dilakukan screening di Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai menunjukkan gejala-gejala yang menyerupai Covid-19. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved