Corona di Bali

Kesedihan Umat Katolik Tak Bisa Jalani Perayaan Pekan Suci di Gereja Akibat Pandemi Global Covid-19

Keuskupan Denpasar memutuskan untuk memperpanjang masa darurat dengan meniadakan semua kegiatan Gereja yang melibatkan banyak orang sejak 30 Maret

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Umat Katolik melaksanakan Misa Rabu Abu, di Gereja Katedral Denpasar, Rabu (26/2/2020) pagi. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kesedihan tentu menggelayuti umat Katolik tatkala tahun ini dipastikan tak bisa menjalani Perayaan Pekan Suci Paskah di Gereja akibat Pandemi Global Covid-19.

Di Bali hal itu ditegaskan melalui Surat Pastoral Uskup Denpasar tentang petunjuk perayaan Liturgi Pekan Suci selama wabah covid-19.

Mengingat perkembangan situasi dan kondisi penyebaran covid-19 yang semakin tinggi, sesuai kebijakan pemerintah pusat serta arahan Gubernur Bali dan Gubernur NTB agar meniadakan kegiatan adat dan agama yang mengumpulkan banyak massa dan agar beribadah di rumah sesuai agama masing-masing

Maka, Keuskupan Denpasar memutuskan untuk memperpanjang masa darurat dengan meniadakan semua kegiatan Gereja yang melibatkan banyak orang sejak 30 Maret 2020 sampai dengan ada keputusan yang baru.

Cegah Penyebaran Covid-19, RSUP Sanglah Pasang 4 Bilik Dekontaminasi

Isu Tunda Bayar Pajak Kendaraan & Perpanjang STNK Selama Darurat Covid-19, Ini Kata Pihak Polda Bali

Satu ODP Mengarah Positif Covid-19 Saat Dilakukan Rapid Test di Gor Swecapura Klungkung

"Perayaan Pekan Suci di Gereja/Stasi diselenggarakan tanpa kehadiran umat," terang Uskup Denpasar Mgr. DR. Sylvester San kepada Tribun Bali, Kamis (2/4/2010).

Bagi gereja paroki/stasi yang memungkinkan menyelenggarakan Perayaan Pekan Suci, Misa mingguan dan harian secara online atau live streaming dapat melakukannya.

Sementara itu para Imam diminta untuk tetap merayakan Ekaristi Harian dan Mingguan di seluruh gereja/stasi tanpa kehadiran umat.

"Para Imam juga diminta tetap melaksanakan pelayanan pengurapan orang sakit dan pemberkatan jenazah untuk umat beriman yang meninggal dunia dengan tetap memperhatikan petunjuk kesehatan dan keamanan lainnya," jelas Uskup

Terkait Perayaan Misa Krisma yang disertai dengan pemberkatan Minyak Kudus dan pembaharuan Janji Imamat oleh para Imam akan ditentukan kemudian.

Salah seorang umat Katolik, Alex (35) mengaku sedih tidak bisa menjalani ibadah langsung di gereja, meski begitu ia memaklumi kondisi yang ada saat ini.

"Rasanya ada yang kurang, tidak bisa komuni. Rindu bisa menyambut Tubuh Kristus, apalagi sudah dekat dengan Paskah. Semoga bencana ini segera berakhir," ungkapnya.

Untuk diketahui, pada Perayaan Pekan Suci, umat Katolik menjalani beberapa prosesi ibadah, mulai dari Minggu Palma 5 April, Kamis Putih 9 April , Jumat Agung 10 April , Sabtu Malam Paskah 11 April dan Minggu Paskah 12 April. (*)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved