Corona di Bali

Cegah Penyebaran Covid-19, RSUP Sanglah Pasang 4 Bilik Dekontaminasi

Salah satu di antaranya dipasang pada lobby utama dengan sistem pengembunan pada, Rabu (1/4/2020).

Istimewa/Humas RSUP Sanglah
Bilik Dekontaminasi di RSUP Sanglah yang dipasang pada lobby utama RSUP Sanglah pada, Rabu (1/4/2020) kemarin. 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - RSUP Sanglah memasang empat bilik dekontaminasi untuk upaya pencegahan covid-19 terhadap petugas maupun pengunjung yang datang berkunjung ke RSUP Sanglah.

Salah satu di antaranya dipasang pada lobby utama dengan sistem pengembunan pada, Rabu (1/4/2020). Semua bilik tersebut menggunakan H2O2 sebagai bahan antiseptik.

Kasubbag Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna mengatakan, satu bilik dekontaminasi yang dipasang pada lobby utama tersebut merupakan buatan Tim Pengendalian dan Pencegahan Infeksi (PPI) dan K3RS RSUP Sanglah dengan sistem pengembunan.

Sementara tiga lainnya merupakan sumbangan dari masyarakat dengan sistem penyemprotan.

Isu Tunda Bayar Pajak Kendaraan & Perpanjang STNK Selama Darurat Covid-19, Ini Kata Pihak Polda Bali

Satu ODP Mengarah Positif Covid-19 Saat Dilakukan Rapid Test di Gor Swecapura Klungkung

Prakiraan Cuaca Tiga Hari Kedepan, Wilayah Bali Masih Berpotensi Turun Hujan

Tiga bilik lainnya masing-masing dipasang di Poliklinik, Ruang Nusa Indah, serta IGD.

 “Semua bilik tidak hanya menggunakan klorin. Kami ganti dengan H2O2 yang juga ramah lingkungan,” ujar, Dewa, Kamis (2/4/2020).

Untuk sistem penerapannya, semua masyarakat baik petugas, pengunjung, maupun donatur dan sebagainya akan diarahkan untuk masuk ke bilik dekontaminasi sebelum memasuki ruangan-ruangan di RSUP Sanglah.

Begitu juga ketika akan kembali pulang, diarahkan kembali masuk ke bilik dekontaminasi sebelum meninggalkan rumah sakit.

“Ini merupakan upaya pencegahan. Agar datang tidak membawa virus, pulang juga tidak membawa virus,” tambahnya.

Dewa Kresna melihat kesadaran dari masyarakat cukup tinggi dan peduli dengan adanya bilik dekontaminasi ini. Meski terdapat petugas seperti satpam dan penyanggra, sebagian masyarakat juga dengan kesadaran sendiri tetap memasuki bilik tersebut tanpa diarahkan.

“Kami bersyukur masyarakat tingkat kepeduliannya tinggi. Selain itu, masyarakat juga terus berdatangan memberikan bantuan atau donasi kepada petugas medis kami yang bertugas dalam penanganan covid-19 ini,” jelasnya.

Saat ditanyakan soal kunjungan ke RSUP Sanglah, Dewa Kresna mengaku memang terjadi penurunan. Salah satunya ditandai dengan Bed Occupancy Ratio (BOR) kunjungan poliklinik hanya 30 persen dibandingkan biasanya.

 “Masyarakat yang membutuhkan layanan poliklinik, kami tetap buka seperti biasa,” imbuhnya. (*)

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved