Corona di Bali
Pemkot Imbau ODP di Wilayah Denpasar Lakukan Rapid test di RSUD Wangaya
Dikarenakan ODP diisolasi di rumah masing-masing, ia berharap mereka datang mengikuti rapid test
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Kota Denpasar mengadakan rapid test pada Selasa (31/3/2020) lalu, di RSUD Wangaya.
Yang menjadi prioritas rapid test ini adalah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP).
Selanjutnya, petugas medis yang menjadi garda terdepan.
Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar I Dewa Gede Rai mengatakan, terdapat enam orang yang mengikuti rapid test ini selama dua hari, dan hasilnya negatif semua.
Dari keenam orang tersebut, dua orang diantaranya merupakan pasien dalam pengawasan dan empat orang lainnya merupakan orang dalam pemantauan.
"Untuk ODP orangnya datang langsung ke RSUD Wangaya. Kami harapkan yang ODP-ODP ini agar diketahui hasilnya secepatnya, sementara alat rapid test-nya yang baru datang berjumlah 200 kit. Untuk rapid test ini gratis tidak dipungut biaya. Kami akan sasar ODP-ODP, khususnya di Kota Denpasar," ujar Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar I Dewa Gede Rai, Kamis (2/4/2020).
Dikarenakan ODP diisolasi di rumah masing-masing, ia berharap mereka datang mengikuti rapid test.
Jika memang kondisinya tidak memungkinkan datang ke rumah sakit, maka akan dijemput ke rumah.
"Selain itu jika terdapat pasien yang datang ke RSUD Wangaya dengan keluhan seperti Covid-19, juga akan dilakukan rapid test. Kami harapkan warga yang sudah masuk kategori ODP, agar memeriksakan diri dan melakukan rapid test ke RSUD Wangaya," tambahnya.
Dewa menambahkan, maka dari itu diperlukan kejujuran dan kedisiplinan dari orang dalam pemantauan Covid-19.
Kejujuran yang dimaksud, seperti sejak kapan mengalami gejala seperti itu, riwayat perjalanannya ke mana saja, agar mudah dilacak berapa orang yang melakukan kontak.
Sebab, dengan kejujuran petugas bisa menjadi lebih hati-hati.
Karena ketika pasien yang datang ke rumah sakit tidak semua para petugas medis menggunakan APD.
Dikarenakan ketersediaan APD yang terbatas dan harganya yang juga melonjak naik.
Sementara, akibat pandemi Covid-19 ini Pemerintah Kota Denpasar, bukan hanya melarang para warga untuk mudik ke luar Bali, melainkan juga bagi warga yang akan melakukan pulang kampung yang masih di area Provinsi Bali juga tetap diimbau agar tidak bepergian.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dinas-kesehatanmelakukan-rapid-test-terhadap-orang-dalam-pemantauan.jpg)