4 Cara Mengajarkan Anak Berempati
Empati merupakan keterampilan yang memungkinkan kita untuk melihat perspektif orang lain dalam upaya untuk saling memahami.
Mereka memerhatikan saat kita berinteraksi dengan pasangan kita, orangtua kita, dan bahkan kucing atau binatang lain yang kita temui.
Namun demikian, kita harus menyadari bahwa anak mendapat pengalaman berempati bukan hanya dengan melihat kita melakukannya pada orang lain, tapi juga bagaimana cara kita berinteraksi dengan anak.
2. Bantu mengenali perasaan
Ketika kita dapat membantu anak mengenali perasaan orang lain, kita selangkah lebih dekat untuk membantu mereka memahami orang lain.
Ketika kita menggambarkan bagaimana seorang anak yang ada di toko merasa sedih, karena tidak bisa mendapatkan mainan yang diinginkan atau menceritakan karakter di sebuah buku yang sedang marah karena teman mereka tidak ingin berbagi mainan, di saat itu kita membantu mereka mengingat bahwa mereka pernah merasa sedih atau kesal juga.
Selain membantu anak mengenali perasaan dengan sebuah kata, kemudian bicaralah tentang apa yang mungkin diperlukan.
Misalnya, "Mereka mungkin tak akan merasa sedih lagi, jika mereka mendapat pelukan atau dibatu mendapatkan tempat yang tenang untuk beristirahat."
3. Bersabar
Kita tidak bisa mendorong anak berempati dengan memaksanya melakukan permintaan maaf.
Seperti yang dijelaskan oleh Dr. Laura Markham dalam Peaceful Parents, Happy Kids, memaksa anak untuk meminta maaf tidak mendorong mereka memperbaiki hubungan atas kehendak mereka sendiri.
Bahkan, kita mungkin hanya meminta mereka belajar bagaimana menghindari masalah lebih lanjut atau justru membuat mereka merasa buruk tentang diri mereka sendiri, tanpa memahami sudut pandang orang lain.
Daniel Siegel, professor klinis psikiatri di Fakultas Kedokteran UCLA dan Dr. Markham merekomendasikan untuk menenangkan pikiran dan berdiskusi dengan anak sebelum terlibat dalam pemecahan masalah yang terjadi.
Kita tentu mengerti, betapa sulitnya mengatasi sesuatu ketika kita berada di puncak emosi.
Sebagai orangtua, kita perlu memberikan beberapa panduan untuk tidak hanya menyelesaikan masalah utama, tetapi juga mendorong anak tentang cara untuk tenang menghadapi setiap masalah, sehingga mereka memiliki kapasitas untuk terlibat dalam pemecahan masalah.
4. Ambil ruang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-ibu-dan-anak-sedang-berbicara.jpg)