4 Cara Mengajarkan Anak Berempati
Empati merupakan keterampilan yang memungkinkan kita untuk melihat perspektif orang lain dalam upaya untuk saling memahami.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banyak orangtua yang berharap anaknya memiliki nilai akademis yang bagus.
Untuk mencapai harapan tersebut, beberapa orangtua mengajarkan anaknya membaca sejak dini hingga ikut kursus pelajaran tertentu.
Namun mereka lupa cara mengajarkan keterampilan hidup yang diperlukan di masyarakat.
Seperti belajar menghargai orang lain hingga berempati.
• Menemukan Corona di Air Limbah lewat Selembar Kertas, Ini Penelitian yang Dilakukan Ilmuwan
• Ini Cara Mengaplikasikan Afirmasi Positif Pada Anak, Bantu Bangkitkan Rasa Percaya Diri Anak
• Ini 5 Daya Tarik Wanita Tomboi di Mata Pria, Seru Hingga Penuh Tantangan
Beberapa orang mungkin berpikir bahwa anak yang empatik hanya akan menjadi anak yang sensitif yang menggunakan hati mereka di mana saja.
Meskipun itu kadang benar, empati juga merupakan keterampilan yang memungkinkan kita untuk melihat perspektif orang lain dalam upaya untuk saling memahami.
Hal itu juga tentu akan berpengaruh bagaimana memecahkan masalah dalam hubungan dengan orang-orang yang bekerja bersama dengan kita, orang yang hidup bersam kita, dan bahkan dalam hubungan percintaan.
Sebagai orangtua, kita memiliki kesempatan membantu anak untuk mulai membangun keterampilan berempati sejak usia sangat muda.
Ini tidak selalu mudah, terutama jika kita tidak memiliki orang dewasa yang berempati pada kita ketika kita masih kecil, tapi justru sebaliknya meminta kita untuk "menyerah" atau "berhenti menangis".
Namun, menerima empati atau tidak di masa kecil, sebagai orangtua kita tetap bisa menunjukkan kepada anak perasaan empati yang tulus dan membantu mereka membangun keterampilan hidup ini.
Berikut empat cara mengajarkan anak berempati:
1. Jadilah contoh
Dengan memberi contoh bagaimana kita berempati dan menunjukkan rasa hormat kepada anak, kita dapat sangat memengaruhi tindakan anak terhadap orang lain.
Memberi contoh dengan berempati pada anak dan orang lain membantu anak memiliki keterampilan ini lebih cepat.
Karena mereka pasti mengamati dan kemudian akan melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan. Jangan lupa, anak adalah peniru terbaik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-ibu-dan-anak-sedang-berbicara.jpg)