Menemukan Corona di Air Limbah lewat Selembar Kertas, Ini Penelitian yang Dilakukan Ilmuwan
Pandemi wabah virus corona terus membuat para ilmuwan mempelajari bagaimana virus SARS-CoV-2 ini berkembang.
TRIBUN-BALI.COM - Pandemi wabah virus corona terus membuat para ilmuwan mempelajari bagaimana virus SARS-CoV-2 ini berkembang.
Termasuk upaya untuk melihat penyebaran, salah satunya di dalam limbah.
Para ilmuwan mencoba meningkatkan langkah-langkah pengujian dari virus yang menyebabkan penyakit Covid-19 di seluruh dunia ini.
Data skala besar dapat sangat membantu dalam melacak dan mengendalikan penyebaran penyakit ini.
Di mana selama ini tidak selalu terungkap melalui gejala yang tampak.
• Daftar 22 Nama Terpidana Korupsi Berpeluang Bebas Akibat Virus Corona
• Ini 5 Daya Tarik Wanita Tomboi di Mata Pria, Seru Hingga Penuh Tantangan
• Warga Resah, Pasangan Bukan Suami Istri Kepergok Satpol PP Berduaan di Kamar Kos
Melansir Science Alert, Jumat (3/4/2020), seorang insinyur biomedis dari Cranfield University di Inggris, Zhugen Yang mengusulkan mekanisme pengujian virus corona yang potensial yang diklaim lebih cepat, terjangkau dan akurat.
Pengujian tersebut menggunakan perangkat berbasis kertas untuk mendeteksi keberadaan virus corona, SARS-CoV-2 di dalam air limbah.
"Kami telah mengembangkan perangkat kertas untuk menguji materi genetik dalam air limbah. Konsep ini akan memberikan potensi yang jelas untuk menguji adaptasi infeksi virus," ungkap Yang.
Penelitian ini telah dipublikasikan oleh jurnal Environmental Science and Technology.
Yang mengungkapkan perangkat yang digunakan cukup murah.
• WIKI BALI - Berkenalan dengan Desa Dangin Puri Kauh Denpasar, Ini Visi & Misinya
• 7 Aplikasi Baca Buku Gratis Ini Cocok Temanimu Saat #diRumahAJa
• Ini Pasangan Zodiak yang Mudah Jatuh Cinta, Hubungan Romantis Mudah Terjadi Pada Sagitarius & Aries
Bahkan, harganya kurang dari US$1,24 dan akan mudah digunakan oleh non-ahli setelah perbaikan lebih lanjut.
"Kami memperkirakan perangkat ini akan dapat menawarkan gambaran lengkap tentang kesehatan populasi begitu sensor ini digunakan," jelas Yang.
Penelitian ini tercetus setelah muncul epidemiologi berbasis air limbah (WBE). Kendati demikian, pengujian ini memiliki keterbatasan, termasuk kesulitan dalam mengekstrapolasi hasil ke sampel yang lebih luas.
Namun, pengujian ini memiliki banyak keuntungan.
Sebab, sebagai tes non-invasif, pengujian ini akan mengumpulkan data mendekati real-time dan umumnya lebih akurat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-ar.jpg)