Menemukan Corona di Air Limbah lewat Selembar Kertas, Ini Penelitian yang Dilakukan Ilmuwan
Pandemi wabah virus corona terus membuat para ilmuwan mempelajari bagaimana virus SARS-CoV-2 ini berkembang.
Perangkat yang diusulkan oleh Yang dan tim penelitinya akan dapat dilipat dan dibentangkan sebagai langkah untuk menyaring asam nukleat patogen virus corona dari air limbah.
• 226 dari 637 Jemaat Acara Keagamaan di Bandung Terinfeksi Virus Corona, Ini Rekam Jejaknya
• Pesan Menyentuh Sekaligus Pelajaran Berharga dari Pasien Corona yang Berhasil Sembuh
• Dua Langkah Membuat Ayam Goreng Krispi ala Restoran Fast Food, Perhatikan Campuran Ini
Bahkan zat kimia yang sudah ditambahkan pada kertas ini, kemudian dapat mendeteksi keberadaan asam nukleat virus corona, SARS-CoV-2.
Hasilnya akan langsung terlihat.
Jika lingkaran berwarna hijau, maka akan menandakan adanya virus corona yang terdeteksi dan warna biru menandakan virus ini tidak ada.
Lebih dini temukan infeksi virus corona
Perangkat kertas akan mudah disimpan dan diangkut dan dapat dibakar setelah digunakan.
Penelitian terbaru menunjukkan virus corona baru yang menyebabkan Covid-19 ini dapat diisolasi dari urine dan feses, serta dapat bertahan selama beberapa hari di luar organisme hidup.
Melalui perangkat ini, akan memberi para ilmuwan keyakinan bahwa uji air limbah dapat bekerja.
Untuk saat ini, itu hanya sebuah konsep dan belum dipraktikkan, tetapi memiliki potensi yang jelas, kata peneliti.
Di daerah di mana virus corona, SARS-CoV-2 ditemukan, langkah-langkah tambahan dapat diambil untuk meminimalkan penyebaran, memberikan cara lain bagi otoritas kesehatan dalam mengatasi situasi pandemi ini.
Yang mengatakan dalam kasus infeksi virus corona tanpa gejala di masyarakat atau ketika orang tidak yakin apakah dia terinfeksi atau tidak, deteksi limbah masyarakat real-time memungkinkan untuk dilakukan.
"Melalui perangkat analisis kertas dapat menentukan seseorang dapat membawa Covid-19, sehingga memungkinkan dilakukan skrining, karantina dan pencegahan yang lebih cepat," jelas Yang.
Apabila Covid-19 dapat dipantau di sebuah komunitas pada tahap awal melalui epidemiologi berbasis air limbah (WBE), maka intervensi yang efektif dapat dilakukan sedini mungkin.
"Sehingga dapat membatasi pergerakan populasi lokal di wilayah tersebut, dan meminimalkan penyebaran patogen virus corona, serta ancaman terhadap kesehatan masyarakat," imbuh Yang. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-ar.jpg)