Corona di Bali

Pertanian Klungkung ‘Selamat’ dari Dampak Covid-19, Dapat Dana Tugas Perbantuan Rp. 2,3 Miliar

Khusus bidang pertanian, Kabupaten Klungkung tetap mendapatkan total anggaran Rp 2,3 miliar lebih dalam bentuk dana tugas perbantuan (TP).

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Patani sedang memanen cabai di subak Desa Aan, Banjarangkan, Klungkung, Jumat (3/4/2020). Bidang pertanian  'Selamat’ Dari Dampak Covid-19 dan tetap dapat Dmdana Tmtygas perbantuan 2,3 Miliar 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Beberapa kegiatan di Klungkung, Bali harus ditunda, pasca tidak dicairkannya DAK (Dana Alokasi Khusus) oleh Pemerintah Pusat akibat wabah virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.

Namun, tidak demikian bagi Bidang Pertanian.

Khusus bidang pertanian, Kabupaten Klungkung tetap mendapatkan total anggaran Rp 2,3 miliar lebih dalam bentuk dana tugas perbantuan (TP).

“Sebenarnya tahun ini kita tidak dapat DAK. Kalau dapat DAK, sudah pasti ditunda atau dibatalkan. Hanya saja tahun ini kami dapat dana TP (tugas pembantuan), hasil koordinsi dengan provinsi malah sudah ada transfer dan rekomendasi penarikan tahap pertama,” ujar Kadis Pertanian Ida Bagus Juanida, Jumat (3/4/2020).

Lansia Garong Emas 3 Kilogram Meninggal Diduga Covid-19, Polisi Yang Menangkapnya Kini Wajib Isolasi

Pesan Menyentuh Sekaligus Pelajaran Berharga dari Pasien Corona yang Berhasil Sembuh

Satu Keluarga di Desa Abuan Bangli Jalani Rapid Test dan Isolasi Mandiri

Berdasarkan data di Dinas Pertanian, Kabupaten Klungkung mendapatkan total anggaran Rp 2,3 miliar lebih dalam bentuk dana tugas perbantuan (TP).

Dana itu digunakan untuk mendukung pembangunan sejumlah infrastruktur bidang pertanian.

Beberapa kegiatan yang didanai dari dana TP seperti rehabilitasi jaringan irigasi di 11 subak, dengan total anggaran Rp 715.000.000.

Ke sebelas subak itu meliputi, Subak Togoh (Kecamatan Banjarangkan), Subak Delod Bakas (Kecamatan Banjarangkan), Subak Aan Dauh Desa (Kecamatan Banjarangkan), Subak Penasan (Kecamatan Banjarangkan), Subak Lepang (Kecamatan Banjarangkan), Subak Selisihan Kawan (Kecamatan Klungkung), Subak Jro Kuta (Kecamatan Klungkung), Subak Gunaksa (Kecamatan Dawan), Subak Dawan (Kecamatan Dawan), Subak Telaga (Kecamatan Dawan), Subak Pesinggahan (Kecamatan Dawan).

Selain kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi, ada kegiatan lain yang juga didanai dari dana TP yakni, bidang perpipaan di Subak Aan Dangin Desa, Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan dengan nilai Rp 84 juta.

Juga bidang perpompaan di Subak Selisihan Kangin, Desa Selisihan, Kecamatan Klungkung dengan anggaran Rp 88 juta.

Pembangunan DAM parit/long storige di Subak Semagung dan Subak Toya Hee, masing-masing senilai Rp 120 juta.

Sedangkan subak yang akan mendapatkan bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat (TP) untuk irigasi perpompaan dan embung tahun 2020, Simantri Swecapura, Desa Gelgel dan Simantri Suda Pertama Desa Bakas, masing-masing Rp 88 juta, serta bantuan embung Subak Abian Sari Merta, Desa Pikat Rp 120 juta.  

Sementara bantuan bidang produksi tanaman pangan, meliputi pengembangan cabai rawit di Subak Selisihan sebesar Rp 99 juta dan pengembangan pertanian organik, pengembalian kedelai dan bantuan benih jagung di Nusa Penida, totalnya Rp 56.700.000.

"Dengan bantuan tersebut, kami berharap sektor pertanian makin berkembang dan menjadi salah satu unggulan di Kabupaten Klungkung," ungkap Juanida. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved