Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ini 4 Cara Kreatif Mengajarkan Keuangan Pada Anak

Metode kreatif dalam pengajaran membuat informasi semakin menarik dan relevan bagi anak-anak, pada akhirnya membuat mereka fokus

Gambar oleh edsavi30 dari Pixabay
Foto ilustrasi anak dan ibunya yang sedang berbincang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tidak banyak orangtua yang mengajarkan keuangan pada anak-anaknya.

Padahal mengajarkan anak tentang keuangan adalah hal yang bagus.

Mereka dapat lebih mengerti bagaimana cara menggunakan uang.

Konsep tentang uang dan keuangan sebisa mungkin diajarkan pada anak sejak dini.

Viral Pria Sepuh Jatuh dari Sepeda Mulanya Dianggap Corona, Dibantu Polisi Ternyata Kelaparan

Pengda Kagama Bali Beri Bantuan APD untuk Tenaga Medis yang Rawat PDP Covid-19 di RSUP Sanglah  

5 Tips Mempersiapkan Kondisi Finansial Menjelang PHK

Namun demikian, tentu saja konsep ini harus diajarkan dengan metode yang semenyenangkan mungkin.

Dengan demikian, anak bisa belajar dengan baik sambil bermain.

Metode kreatif dalam pengajaran membuat informasi semakin menarik dan relevan bagi anak-anak, pada akhirnya membuat mereka fokus dan mencerna informasi dalam jangka panjang.

"Setiap orang belajar dengan cara yang unik. Ketika mengajarkan tentang keuangan pada anak-anak, penting bagi Anda untuk merengkuh semuanya," terang Shara Nadler, pendiri iPiggiBank, sebuah organisasi yang fokus pada pengajaran keuangan bagi anak-anak seperti dikutip dari Forbes, Jumat (14/6/2019).

Nadler pun memberikan 4 cara kreatif yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan keuangan pada anak, berikut penjelasannya.

1. Koneksi dengan cerita

Caranya, anak diajak membaca buku bersama-sama yang mengandung pelajaran keuangan.

Kemudian, anak bisa diajak berdiskusi terkait mengapa karakter tertentu membuat keputusan keuangan spesifik dan apakah anak setuju dengan keputusan itu.

Menggunakan buku ketika mengajarkan anak tentang uang membuatnya semakin relevan baginya. Sebab, anak dapat terhibur dan dapat terlibat dengan karakter yang ada.

2. Kegiatan bersama

Anak dan orang tua atau kakak maupun adik dapat terlibat di dalam percakapan aktif tentang saat-saat di mana mereka memperoleh uang atau contoh-contoh tujuan menabung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved