Corona di Bali
Sekda Provinsi Bali Lakukan Peninjauan Langsung ke Pelabuhan Gilimanuk
Dewa Made Indra melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Gilimanuk, langkah untuk melihat penanganan para pendatang dari luar yang masuk ke Bali
Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sebagai langkah untuk melihat penanganan para pendatang dari luar yang masuk ke Bali di tengah wabah Covid-19 ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Dewa Made Indra melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Sabtu (4/4/2020).
Di sela peninjauannya di Pelabuhan Gilimanuk, Sekda Dewa Indra berkomentar bahwa Pelabuhan Gilimanuk termasuk pintu masuk utama ke Bali, sehingga memiliki risiko yang besar terkait penyebaran Covid-19 ini.
“Jadi perlu terus diperkuat dan pertebal lagi pengawasannya serta pemeriksaannya,” ujarnya.
Dewa Indra menyampaikan Satgas Covid-19 Provinsi dalam rangka peninjauan ini, ingin melihat langsung sekaligus menyelaraskan kembali SOP penanganan dan pengawasan pendatang di pelabuhan yang menghubungkan Bali dengan Pulau Jawa tersebut.
• Pernah Bermimpi Tentang Surga ?, Ini Artinya, Mendapatkan Kekuasaan Hingga Keberhasilan
• Tak Terdampak Meski Juventus Potong Gajinya, Pendapatan Cristiano Ronaldo Capai Rp 16,4 Triliun
• Sagitarius Hingga Virgo, Ini 6 Zodiak Pecinta Hewan, Apa Kamu Diantaranya ?
Dirinya menegaskan, Bupati Jembrana beserta jajarannya yang bertugas telah berupaya keras untuk melakukan pengawasan pendatang terkait penanganan Covid-19.
“Setelah kita lihat penanganannya secara langsung, sudah ada garansi bahwa mereka yang masuk ke Bali ini sudah benar-benar clear dan betul-betul sehat,” imbuhnya.
Pihaknya meyakinkan bahwa semua orang yang melewati pelabuhan Gilimanuk wajib dites suhu tubuhnya dan jika diatas normal maka akan langsung diisolasi di ruangan khusus oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan, untuk selanjutnya akan mengikuti rapid test.
Demikian pula dengan pendatang yang berasal dari daerah terjangkit seperti Jakarta atau Jawa Barat, akan langsung diarahkan untuk melakukan rapid test.
“Meskipun secara regulasi atau prosedur tidak diwajibkan, namun rapid test kepada mereka yang berisiko adalah kebijakan dari satgas untuk menekan penyebaran,”ucapnya.
Ia juga berkata, pihaknya akan terus memasok alat untuk rapid tes ke pintu-pintu masuk ke Pulau Bali.
Pria ini juga menyatakan kedatangannya ini sekaligus untuk memberikan dukungan moril kepada para petugas yang bekerja keras secara bergiliran selama 24 jam penuh, untuk menyeleksi warga masyarakat yang masuk ke Bali melalui pelabuhan.
“Petugas yang bekerja di lapangan tentu lelah dan semoga kehadiran satgas provinsi bisa memompa semangat, memberikan dukungan kepada mereka yang bertugas,” harapnya.
Kendatipun telah menerapkan SOP yang ketat, Sekda Dewa Indra yang juga didampingi Bupati Jembrana Putu Artha serta Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, juga mengevaluasi keadaan petugas di lapangan yang masih butuh dukungan masker dan alat untuk Rapid Test.
Selain itu, kedatangannya juga sekaligus menyerahkan bantuan dari Satgas Provinsi yakni berupa 1000 buah masker serta poster panduan mencuci tangan kepada Bupati Jembrana, yang kemudian diserahkan kepada petugas di pelabuhan Gilimanuk.
“Selain itu, Satgas juga akan menambah perangkat cuci tangan portable dan akan kita serahkan segera agar bisa secepatnya dipergunakan,” tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dewa-made-indra-melakukan-peninjauan-langsung-ke-pelabuhan-gilimanuk.jpg)