Serba Serbi
Lahir Senin Paing Merakih, Berani Menghadapi Kesulitan, Cepat Mencapai Kesenangan
Bagi yang lahir Senin Paing Merakih jatah umurnya 78 tahun, begini peruntungannya menurut pal sri sedana
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bagi mereka yang lahir Senin Paing Merakih, hari ini Senin (6/4/2020) adalah otonannya.
Dilihat dari urip saptawara dan pancawaranya, jumlah uripnya adalah 13 dimana Senin memiliki urip 4 dan Paing uripnya 9.
Sehingga jatah umurnya di dunia adalah 78 tahun.
Berdasarkan pal sri sedana peruntungannya yaitu sebagai berikut.
Saat berumur 0 - 6 tahun nilainya adalah 0.
Ini berarti saat umur tersebut akan mengalami penderitaan atau kesakitan.
Sehingga harus pintar merawat diri.
Umur 7 - 12 tahun nilainya 1.
Pada umur ini penghasilannya sedikit.
Umur 13 - 18 tahun mendapat nilai 0 lagi.
Sama dengan saat berumur 0 - 6 tahun akan mengalami penderitaan atau kesakitan.
Umur 19 - 24 akan mendapat nilai 5.
Wah ini sangat bagus, artinya hidup senang.
Jadi saat memasuki umur ini, jangan dihabiskan semua kesenangannya, dan sisakan untuk umur berikutnya.
Umur 25 - 30 tahun mendapat nilai 0 lagi.
Umur 31 - 36 tahun nilainya 1 yang artinya penghasilannya sedikit dan mesti pintar berhemat.
Begitu juga saat umur 37 - 42 mendapat nilai 1.
Sehingga selama 12 tahun harus pintar-puntar mengatur keuangan dan berhemat.
Ketika berumur 43 - 48 tahun nilainya naik drastis menjadi 5 yang berarti hudup kembali senang.
Umur 49 - 54 tahun mendapat nilai 2.
Artinya penghasilan sedang.
Umur 55 - 60 tahun nilainya 0 lagi.
Saat 61 - 66 tahun nilainya naik satu angka menjadi 1.
Umur 67 - 72 naik lagi menjadi 2 dengan penghasilan sedang.
Umur 73 - 78 naik drastis sebanyak tiga angka menjadi 5.
Pada umur ini kembali menikmati hidup senang.
Sementara seseorang yang lahir Wuku Merakih memiliki sikap pemberani dalam menghadapi kesulitan, pekerja, dan cepat mencapai kesenangan.
Ia juga memiliki ingatan yang kuat dan iba pada mereka yang kurang mampu.
Begitulah perjalanan hidup mereka yang lahir Senin Paing Merakih.
Percaya atau tidak semua ada pada diri masing-masing.
(*)