Ribuan Karyawan yang Dirumahkan dan Kena PHK di Karangasem Akan Didaftarkan Kartu Pra Kerja
Terbanyak dari seektor pariwisata, yakni pegawai hotel, restaurant, serta usaha kecil menengah.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Ribuan pegawai dari 4 ribu perusahaan terpaksa dirumahkan akibat merebaknya penyebaran corona virus disease (covid - 19). Sedangkan yang di PHK capai ratusan pegawai.
Terbanyak dari seektor pariwisata, yakni pegawai hotel, restaurant, serta usaha kecil menengah.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Transmigrasi (Dinaketrans) Karangasem, I Nyoman Suradnya membenarkan hal tersebut.
Menurut data yang tercatat di Disnakertrans Karangasem, pegawai yang dirumahkan mencapai 736 orang, sedangkan yang di PHK sekitar 13 orang.
• Kepala Gugus Tugas Covid-19 Pusat: Sejumlah Daerah Mungkin Akan Terapkan PSBB Seperti Jakarta
• Putus Mata Rantai Virus Corona, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jembrana Sumbang Disinfektan ke MCCC
• Ketua DPRD Tabanan Minta Pergeseran Anggaran: Yang bisa Dipangkas, Agar Dipangkas Saja
Jumlah ini dipastikan bertambah.
"Pegawai yang dirumahkan diperkirakan sudah mencapai ribuan orang, sedangkan yang di PHK capai ratusan orang. Cuma yang baru dilaporkan perusahaan sekitar 736 orang dirumahkan, dan 13 orang PHK. Jumlah pegawai yang dirumahkan ribuan orang,"ungkap Suradnya, kemarin (10/4/2020).
Ditambahkan, alasan pihak hotel serta restaurant merumahkan dan PHK pegawai dikarenakan minimnya pemasukan ke hotel.
Pemasukan yang didapat hotel dan restaurant tidak cukup untuk operasionaal tiap harinya, apalagi menggaji pegawai.
Hampir semua hotel serta restaurant mengeluh.
Untuk pegawai hotel & restaurant yang dirumahkan sementara diberi gaji pokok.
Ada juga beberapa pegawai yang hanya diberi gaji sekitar 50 persen. Sebagian juga tidak dapat gaji dikarenakan keuangan perusahaan hotel & restaurant menipis.
"Pegawai dirumahkan sesuai perjanjian,"akunya.
Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel Restauran Indonesia (PHRI) Cabang Karangasem, Wayan Kariasa menjelaskan, ratusan hotel & restaurant di Karangasem ditutup sementara karena merebaknya penyebaran virus corona.
Sedangkan pegawainya dirumahkan untuk sementara waktu.
Penutupan dimulai sejak pertengahan Maret, hingga hari ini. Tersebar di Kecamatan Karangasem, Abang, Manggis, Sidemen, serta di Kecamatan Kubu.
Merebaknya penyebaran virus corona menjadi pemicu, sehingga banyak wisatawan mancanegara domestik yang cancel bookingan April.
"Ada sekitar 400 Hotel di Karangasem. Yang tutup hampir 90 persen. Sedangkan yang sudah terkonfirmasi ke PHRI sekitar 76 hotel. Masih banyak yang belum informasikan di grup, terutama Hotel di Kubu,"ungkap Kariasa.
I Nyoman Suradnya, mantan Sekretaris Disnakertrans, berjanji akan mengusulkan pegawai yang di PHK untuk mendapat kartu pra kerja dari pusat.
Terutama pegawai yang di PHK akibat penyebaran virus corona.
"Petugas Disnakertrans masih mendata pegawai yang kena PHK,"jelas Suradnya.
"Untuk kuota pra kerja tak terbatas. Siapapun boleh mendaftar lewat online. Cuma pendaftarannya sekarang diundur. Yang menseleksi warga yang mendapat kartu pra kerja yakni pemerintah pusat,"tambah pegawai asal Desa Jasri, Kecamatan Karangasem. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/putushubungankerja_20160506_125723.jpg)