Ini Tips Mengatur Keuangan Saat Bekerja dari Rumah
Selama berada di rumah bersama dengan anggota keluarga yang lengkap, kebutuhan untuk makanan tentu akan membengkak.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beberapa perusahaan mengeluarkan kebijakan work from home atau bekerja dari rumah bagi para karyawannya di tengah pandemi Covid-19 ini.
Mungkin banyak orang berfikir bekerja dari rumah itu menyenangkan.
Kita tidak perlu terburu-buru untuk berangkat ke kantor.
Ataupun terjebak macet di jalan.
• Saat Pandemi Covid-19, Gandhi Naik Kelas di Bisnis Website-nya
• Sekda Bali Beri Bantuan Sembako dan Cek Posko Satgas Gotong Royong di Klungkung
• Dirumahkan Karena Social Distancing? Jangan Bersedih, Ini Waktunya Belajar Keterampilan Baru
Namun bekerja dari rumah tidak selalu menyenangkan bagi beberapa orang.
Walau tidak ada pengeluaran untuk biaya transportasi dari rumah ke kantor selama kebijakan work from home, namun tak sedikit orang yang mengeluh anggaran belanja justru lebih boros.
Tentu kondisi ini harus disiasati agar kondisi finansial keluarga tidak berantakan, terlebih masa karantina kemungkinan akan diperpanjang selama pandemi Covid-19 belum teratasi.
Perencana keuangan Ligwina Hananto mengungkapkan bahwa selama berada di rumah bersama dengan anggota keluarga yang lengkap, kebutuhan untuk makanan tentu akan membengkak.
Namun, itu bukan satu-satunya patokan bahwa pengeluaran bulanan melonjak dari biasanya.
Untuk mengetahuinya, ada baiknya kita mencatat semua pengeluaran selama masa karantina ini, mulai dari belanja bulanan di supermarket hingga top up dompet digital untuk membeli makanan melalui layanan pesan antar.
"Mulai minggu ini catat dari hari ke hari, catat ulang setiap pengeluaran, apa memang lebih boros atau enggak. Bisa ketahuan ada pos yang besar tapi ada juga yang mengecil (berkurang),” kata Ligwina dalam live Instagram
“Tips Menjaga Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi” yang diadakan oleh aplikasi Teman Bumil (7/4/2020).
Berikut Ligwina memberi gambaran bahwa selama karantina tentu budget belanja bahan makanan akan membengkak, namun pengeluaran di sektor lain yang menurun.
Seperti budget transportasi untuk pergi ke tempat kerja, yang tentu menjadi tidak terpakai karena harus bekerja di rumah.
“Biaya transportasi hilang, biaya jajan di luar juga hilang. Jadi, ada yang membesar tapi ada juga pos yang hilang,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-seorang-wanita-yang-sedang-bekerja-di-rumah.jpg)