Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Virus Corona

Saat Kasus Pertama Corona Terkonfirmasi, Pemerintahan Trump Justru Mengabaikan Peringatan Ahli

Pemerintahan Donald Trump mengabaikan peringatan terhadap potensi ancaman virus corona

Tayang:
Editor: Irma Budiarti
(AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ALEX WONG)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan keterangan kepada media setelah pertemuan dengan anggota Senat dari Partai Republik di Washington pada 9 Januari 2019. Saat Kasus Pertama Corona Terkonfirmasi, Pemerintahan Trump Justru Mengabaikan Peringatan Ahli 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUN-BALI.COM - Kasus infeksi pertama virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat (AS) terjadi pada 21 Januari 2020 di Kota Washington.

Peristiwa itu terjadi enam pekan sebelum pemerintahan Presiden Donald Trump mengambil kebijakan 'agresif' untuk memperlambat penyebaran wabah corona di negaranya.

Terlepas dari klaim Presiden AS Donald Trump bahwa krisis corona di AS tidak dapat diprediksi terkait tahap awal penyebarannya, sebuah laporan dari The New York Times telah mengungkapkan bahwa Pemerintahan Donald Trump mengabaikan peringatan terhadap potensi kemungkinan terjadinya wabah ini di negara itu.

Sikap mengabaikan ini terjadi satu pekan setelah infeksi pertama terkonfirmasi.

Dikutip dari laman Sputnik News, Minggu (12/4/2020), seorang Penasihat Medis senior di Departemen Urusan Veteran, Carter Mecher disebut sebagai orang pertama yang menyampaikan peringatan kepada sekelompok pejabat kesehatan terkemuka di lingkungan administrasi Trump melalui emailnya.

Peringatan ini disampaikan satu pekan setelah kasus pertama didaftarkan.

Pakar tersebut sudah meminta pejabat AS agar mengantisipasi potensi krisis dan mengambil langkah signifikan.

Ia memperingatkan mereka bahwa wabah ini akan berkembang lebih dari yang bisa dibayangkan. 

"Bagaimanapun cara anda berupaya memutus rantainya, ini akan tetap menjadi buruk. Kalian mengolok-olok saya karena berteriak untuk menutup sekolah. Sekarang saya berteriak, tutup kampus dan universitas," tulis Mecher dalam emailnya yang bertanggal 28 Januari 2020 itu.

Meskipun beberapa pejabat tinggi, termasuk Penasihat Gedung Putih dan pakar di departemen kabinet serta badan intelijen AS mulai membunyikan alarm tentang potensi ancaman terhadap negara itu, Trump terus bersikap seolah virus ini bukan masalah yang besar.

Namun akhirnya, pada 31 Januari 2020 lalu, pemerintah AS membatasi warganya untuk tidak bepergian ke China, tempat virus corona pertama kali muncul pada Desember 2019 di kota Wuhan.

Ini bertepatan satu hari setelah deklarasi yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang corona sebagai 'pandemi' darurat kesehatan global.

Karena sebelumnya, pada 26 Januari 2020, AS mencatat kasus pertama penularan corona yang terjadi di California.

Tiga hari kemudian, kematian pertama pun dilaporkan terjadi di negara bagian Washington.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved