Jual Buah Dibayar Sukarela, Upaya Komunitas Perpustakaan Jalanan Tabanan Bantu Penanganan Covid-19

Adalah dengan cara menjual buah-buahan kepada masyarakat yang menginginkan dengan cara bayar sukarela atau seikhlasnya.

Istimewa
Komunitas Perpustakaan Jalanan saat membuka lapak di sebelah timur Gedung I Ketut Maria, Tabanan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Komunitas Perpustakaan Jalanan Tabanan bersama Komunitas Serikat Petani Muda berencana menggalang dana untuk nantinya didonasikan kepada Tim Medis atau masyarakat dengan cara berbeda.

Adalah dengan cara menjual buah-buahan kepada masyarakat yang menginginkan dengan cara bayar sukarela atau seikhlasnya.

Hasil penjualannya nanti akan digunakan untuk membantu masyarakat maupun tim medis, minimal pemberian masker gratis.

Koordinator Perpustakaan Jalanan Tabanan, Nyoman Ananda Kusuma Putra menuturkan ide penggalangan dana untuk melawan Covid-19 ini sudah dibahas bersama kawan-kawannya sejak bulan lalu.

Koster Petakan Masyarakat dan Dunia Usaha yang Terdampak Covid-19, Serta Sumber Bantuannya

Eks Promotor Chris John Bantu Warga Terdampak Covid-19 di Bali, Kali Ini Bantu 400 KK di Badung

Dimana komunitas ini ingin bergerak membantu menggalang dana dan hasilnya didonasikan kepada tim medis ataupun masyarakat.

Pria yang akrab disapa Nanda ini melanjutkan, hingga akhirnya komunitas ini sepakat untuk bekerjasama dengan sebuah komunitas lain yang baru terbentuk, yakni Serikat Petani Muda yang diinisiasi oleh pemuda asal Kecamatan Pupuan, Tabanan.

"Dari awal kami sudah diskusikan bagaimana caranya menggalang dana agar sesuai dengan imbauan, minimal tidak berkerumun," ujar Nanda saat dihubungi, Senin (13/4/2020).

Nanda melanjutkan, sistemnya nanti kami akan pasarkan lewat media sosial.

 Nah ketika dipasarkan dan ada yang memesan, kami akan siap antar barangnya hingga ke depan rumah. Tujuannya agar tidak menggelar kegiatan luar ruangan bahkan berkerumun.

"Dan sistem bayarnya juga tidak dipatok berapa. Nanti kami akan terima secara sukarela, berapapun yang diberikan konsumen akan diterima. Dan hasilnya nanti akan donasikan," jelasnya.

Kenapa buah-buahan? Nanda menjelaskan karena juga bekerja sama dengan Serikat Petani Muda yang notabene bergerak di sektor pertanian.

 Saat ini hasil alam yang sedang melimpah adalah manggis dan duku sehingga dipilih untuk diperjualbelikan secara sukarela.

Hingga saat ini tahapan kegiatan ini sudah mencapai 90 persen.

Tinggal menyelesaikan pengemasan dan selanjutnya dilakukan pemasaran lewat medsos, terutama WhatsApp.

"Buah yang kami siap distribusikan adalah manggis dan ceroring (duku). Kami hitung sudah ada 15 kilogram. Rencananya kami mulai pasarkan hari ini dan selanjutnya," harapnya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved