Corona di Bali
Koster Petakan Masyarakat dan Dunia Usaha yang Terdampak Covid-19, Serta Sumber Bantuannya
Ia juga mengaku sedang mendata sumber yang akan digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak tersebut.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster kini sudah mulai membicarakan program pemulihan dampak dari pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Usai melakukan rapat dengan Tim Percepatan Pemulihan Dampak Covid-19 di rumah jabatannya, Koster menjelaskan bahwa upaya pemulihan ekonomi ini dilakukan di masyarakat dan dunia usaha.
Dirinya mengaku bahwa saat ini sedang memetakan di mana saja masyarakat yang terdampak Covid-19, berapa jumlahnya dan dengan nama serta alamat yang jelas.
Ia juga mengaku sedang mendata sumber yang akan digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak tersebut.
• Eks Promotor Chris John Bantu Warga Terdampak Covid-19 di Bali, Kali Ini Bantu 400 KK di Badung
• 103 Kegiatan Bedah Rumah Tahun 2020 Ditunda, Dinas PUPR Perkim Bangli Akan Konsultasi ke Pusat
Menurut Koster, masyarakat dipetakan berdasarkan program yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat.
Pertama yakni masyarakat dipetakan berdasarkan sebagai menerima program dari pemerintah pusat berupa program Keluarga Harapan (PKH) dan program Bantuan Sosial.
Kedua program ini, kata Koster, dikeluarkan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Selain itu kedua program itu, ada pula program dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI berupa program Kartu Prakerja.
"Semua ini sedang dihitung berapa kapasitasnya yang terjangkau untuk Bali. Nanti kekurangannya akan kita programkan dari daerah," kata dia saat konferensi pers di rumah jabatannya, Senin (13/4/2020).
Dirinya menyebutkan, masyarakat yang belum terjangkau dari program di pemerintah pusat itu akan dibantu dengan menggunakan dana desa.
Selain melalui dana desa, upaya itu juga akan dilakukan melalui dana desa adat.
"Itu (dana desa adat) akan kita pakai juga, karena desa adat sudah menerima uang dari ABPD provinsi sebesar Rp 300 juta sekalian kita gunakan untuk penanganan Covid-19 ini," tuturnya.
Selanjutnya jika masih diperlukan, selain dari dana desa dan dana desa adat, pihaknya juga akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali untuk kebutuhan dasar sembako.
"Itu sedang dihitung, saya kira dalam waktu dekat akan selesai penghitungannya ini sehingga dengan demikian untuk jangka tiga bulan ke depan kita bisa mengatasi kebutuhan jangka pendek untuk masyarakat yang terdampak dari Covid-19 ini," tuturnya.
Ia berharap berbagai masyarakat, mulai dari sopir, tukang ojek, tukang parkir, pekerja di PHK dan di rumahkan namun dalam kategori yang tidak mampu, bisa terbantu dengan adanya berbagai program tersebut.
"Semua kita akan data," kata gubernur asal Desa Sembiran Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng itu.
Kemudian usaha kecil di sektor informal seperti warung, pedagang tradisional dan UMKM serta koperasi juga turut dipetakan.
Berbagai usaha itu dipetakan berdasarkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikeluarkan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), kebijaka restrukturisasi pinjaman oleh Bank Indonesia serta kebijakan relaksasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Ini juga sedang dihitung tadi," jelasnya Koster yang sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali itu.
Nantinya jika ada dunia usaha yang tidak terjangkau oleh berbagai kebijakan pusat tersebut, maka pihaknya mengaku akan mengatasi dari skema kebijakan pemerintah daerah.
"Ini dipimpin oleh Bapak Wagub selaku ketua tim percepatan pemulihan dampak Covid-19 terhadap pariwisata dan perekonomian," tuturnya.
Koster mengatakan, tim tersebut mulai bekerja dan jika pandemi Covid-19 sudah berakhir pihaknya sudah memiliki skenario melakukan percepatan pemulihan, khususnya di bidang pariwisata, usaha kecil menengah, koperasi serta sektor informal yang lainnya.
"Saya minta kepada tim ini untuk bekerja mempertajam lagi supaya menjadi lebih fokus, lebih terarah, lebih tetap sasaran sehingga dengan demikian dampak dari pada Covid-19 ini terhadap perekonomian Bali bisa dikendalikan sehingga tidak terlalu buruk dampaknya," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gubernur-bali-wayan-koster-merah-bersama-tim-percepatan-pemulihan-dampak-covid-19-provinsi-bali.jpg)