Ini Penyebab Rambut Rontok pada Wanita, Hormon Hingga Kekurangan Zat Besi
Rambut rontok yang tidak diatasi akan menyebabkan rambut menipis, bahkan kebotakan. Efeknya seseorang akan semakin stres, cemas, bahkan depresi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tribunners, apa Kamu pernah mengalami rambut rontok ?
Rambut rontok dapat dialami oleh siapapun.
Rambut merupakan hal penting bagi para wanita, tak heran rambut rontok dapat membuat rasa percaya diri seorang wanita berkurang.
Rambut rontok yang tidak diatasi akan menyebabkan rambut menipis, bahkan kebotakan.
• Jangan Lupa Jaga Kesehatan Mental Anak Selama Wabah Covid-19, Begini Caranya
• Presiden, Wapres dan Para Menteri Tak Terima THR Tahun Ini, Bagaimana dengan ASN Lain?
• Penulis Ini Menantang Dirinya untuk Memotret Diri Sendiri Saat Isolasi, Ini yang Ia Temukan
Efeknya seseorang akan semakin stres, cemas, bahkan depresi.
Untuk memahami tentang kerontokan rambut, pertama-tama kita harus memahami dulu siklus rambut.
Setiap rambut yang sehat memiliki siklus berikut secara silih berganti: fase pertumbuhan rambut aktif (anagen) yang berlangsung 3-5 tahun, diikuti dengan periode transisi sekitar 10 hari (catagen), lalu terakhir fase telogen, yakni rambut terlepas dari akarnya.
Folikel rambut kemudian akan tidak aktif selama tiga bulan sebelum seluruh siklus dimulai kembali.
Sebagian orang mengalami rambut rontok pada fase yang lebih cepat dari biasanya (telogen effluvium) atau lebih panjang dan mendadak.
“Telogen effluvium adalah tipe rambut rontok yang kembali aktif, disebabkan karena gangguan internal seperti kekurangan nutrisi, menderita penyakit, atau tiroid tidak normal,” kata ahli kesehatan rambut dan kulit kepala Anabel Kingsley.
Ia mengatakan, rambut rontok dan menipis terjadi ketika siklus rambut normal terganggu.
American Academy of Dermatologi menyebutkan, normalnya rambut per hari adalah 50-100 helai.
Dokter dermatologi Anna Drosou mengatakan, rambut rontok yang disebabkan karena hormon, stres, atau kekurangan zat besi, masih bisa dikembalikan menjadi normal.
“Sebaliknya, sulit mengembalikan rambut rontok yang disebabkan karena kasus inflamasi yang jarang atau terkait dengan faktor keturunan. Biasanya dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui apakah ada faktor kekurangan gizi atau hormonal,” katanya.
Faktor yang terkait dengan hormon misalnya adalah kehamilan, menopause, gangguan tiroid, hingga ketidakseimbangan hormon insulin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-wanita-yang-rambutnya-sedang-menipis.jpg)