Jangan Lupa Jaga Kesehatan Mental Anak Selama Wabah Covid-19, Begini Caranya
Anak-anak diminta tetap di rumah untuk menjalani karantina, hal itu bisa membuat anak sedih hingga stres, orangtua diminta jaga kesehatan mental anak
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk mencegah penyebaran Covid-19 atau virus Corona, Pemerintah meliburkan sekolah sementara.
Anak-anak pun diminta tetap di rumah untuk menjalani karantina dalam usaha memutus rantai penularan virus corona.
Selain itu, anak-anak pun harus belajar di rumah.
Tak hanya sekolah, kegiatan luar rumah yang lain seperti, olahraga bersama teman atau bermain di taman juga tak bisa dilakukan.
• Tahun Ini THR Hanya Diberikan Kepada ASN Eselon III ke Bawah, Pejabat Negara Tak Dapat
• Presiden, Wapres dan Para Menteri Tak Terima THR Tahun Ini, Bagaimana dengan ASN Lain?
• Kalo Bisa Omong, Kulkas Mungkin Udah Bosan Ketemu
Menurut Dr Renvil Reynaldi SpKJ (K) Psikiater Anak dan Remaja, hal tersebut bisa membuat anak sedih, tertekan, bahkan stres.
Karenanya, sebagai orangtua, kita harus turut serta menjaga kesehatan mental anak.
Untuk itu orangtua diminta berempati pada anak dalam menghadapi situasi belakangan ini.
“Jadi penting sekali, kita harus memahami dan mampu berempati dengan mereka,” ujar Renvil dalam Obrolan Kesehatan Jiwa Live Instagram dengan tema “Tips Atasi Masalah Kesehatan Jiwa Anak di Masa Home Learning” di Instagram @pdskji_indonesia yang dikutip Kompas.com, Senin (13/4/2020).
Orangtua juga diminta peka melihat perubahan pada mood anak di masa-masa karantina mandiri ini.
Salah satu cara untuk mencari tahu apa yang anak rasakan adalah dengan mendengarnya bercerita.
“Misalnya dia bilang ‘lagi bosen banget nih Mama,’ atau ‘lagi kesel banget Papa’, kata Renvil lagi. Memperhatikan dan menanggapi dengan benar apa yang anak rasakan bisa membuat dia merasa dihargai dan dimengerti."ucapnya
“Tentu kita harus bisa menurunkan risiko itu dengan bermain, jangan malah ikut marah. Respons harus lebih baik,” ungkap Renvil.
“Kita juga ajak mereka bicara, dari hari ke hati. Agar mereka bisa merasa dihargai, dimengerti,” imbuhnya.
Pendeknya, dalam masa seperti saat ini, orangtua sebaiknya memberi perhatian pada anak untuk menghadapi kebosanan dan situasi yang tidak menentu agar mereka tidak stres atau depresi.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jaga Kesehatan Mental Anak Selama Pandemi Corona dengan Bersimpati", https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/13/235536920/jaga-kesehatan-mental-anak-selama-pandemi-corona-dengan-bersimpati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-ibu-dan-kedua-anaknya.jpg)