Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Puluhan Ekor Babi di Abang Karangasem Mati Setelah Muncul Bintik Merah, Penyebab Belum Diketahui

Gusti Ayu, pemilik babi asal Desa Abang, mengatakan, babi miliknya mati mendadak seminggu yang lalu.

Tayang:
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
ILUSTRASI Dua babi milik Gede Eka yang masih hidup berada di sebelah kandang babi mati yang nampak kosong, Kamis (6/2/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Kasus babi mati mendadak di Karangasem terus terjadi.

Terbaru, kasus babi mati mendadak terjadi di Desa / Kecamatan Abang.

Babi mati mendadak capai puluhan ekor, serta tersebar dibeberapa Banjar di Abang, seperti di Banjar Waliang, Abang Klod, dan Abang Jeroan.

Gusti Ayu, pemilik babi asal Desa Abang, mengatakan, babi miliknya mati mendadak seminggu yang lalu.

Per Hari,Puluhan Pekerja Dirumahkan Urus UHC Akibat Jaminan Kesehatan Tak Lagi Ditanggung Perusahaan

Pemkab Tabanan Siapkan Tempat Karantina per Kecamatan, Muspika Kerambitan Belum Temukan Tempat Ideal

Babinya mati bertahap, satu persatu. Induk serta anaknya mati tanpa sisa. Penyebabnya belum diketahui. Yang pasti babi miliknya tidak makan sehingga lemas, dan berujung kematian.

"13 ekor  babi milik orang tua saya yang mati mendadak. Babi yang mati ini dipelihara (adasin) ke tetangga sebelah. Saya serta orang tua tidak bisa  berbuat. Namanya musibah. Kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah,"ungkap Gusti Ayu, Selasa (14/4/2020).

Perbekel  Abang, I Nyomaan Sutirtayana menambahkan, babi warga yang mendadak mati di Desa Abang mencapai sekitar 50 ekor.

Pemiliknya sekitar 10 kepala keluarga (KK) tersebar di semua Banjar di Abang. Perekonomian menengah ke bawah. Tiap KK mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

"Yang baru tercatat sekitar 50 ekor babi mati  mendadak. Kemungkinan akan  terus bertambah. Kasus ini mulai melanda Desa Abang sejak April, hingga sekarang. Penyebabnya belum diketahui. Petugas kesehataan hewan belum bisa memastikannya,"jelas Sutirtayana, pria asal Kecamatan Abang.

I Nyoman Sutirtayana mengatakan, babi warga mati setelah  muncul bintik -  bintik merah ditubuh babi.

Babi juga tak mau makan. Persis kasus terjadi dibeberapa Kabupaten di Bali.

"Kasian warga. Sudah  jatuh tertimpa tangga  lagi. Banyak ternak warga mati ditengah merebaknya corona,"imbuhnya.

"Sebelum mati, babi  tak mau makan dari tiga hari yang lalu. Ditubuhnya juga dapat bintik merah. Sempat diperiksa petugas kesehatan hewan (keswan) Kecamatan Abang, tapi belum  dipastikan penyebabnya,"tambah Potag, sapaan akrab I Nyoman Sutirtayana.

Ditambahkan, petugas  dari desa hanya melakukan penyemprotan cairan desinfektan ke kandang babi sesuai imbauan dari petugas kesehatan hewan.

Langkah ini dilakukan untuk memutus  penyebaran virus babi. Minimal  kematian babi secara mendadak di  Desa Abang bisa ditekan, tak menyebar.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved