Serba Serbi Di Rumah Aja
Andai Si Rona Bisa Diajak Omong Santai
Selama ini, saya punya alarm alami untuk bangun pagi. Bukan suara kukuruyuk ayam, melainkan bunyi “jeglek”
Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti | Editor: Aloisius H Manggol
Dilema yang lain, ketika pada akhirnya kantor memberi kebijakan untuk tidak terlalu over dalam peliputan dan agar memperhatikan safety diri, cara saya mendapat informasi dan bahan berita pun jadi lebih banyak melalui telepon atau pesan WhatsApp (WA). Iya, kebanyakan begitu, sampai kadang bosan.
Saya juga tidak bisa bertemu dengan narasumber, karena mereka pun memberlakukan WFH dan minta untuk tidak wawancara langsung atau bertatap muka.
Oke, perlu diketahui bahwa di keluarga saya, belum kerja namanya kalau belum bangkit dari kasur.
Belum kerja namanya kalau belum mandi, berpakaian rapi, dan pergi keluar rumah.
Selama WFH ini, saya berulangkali, catat ya, berulangkali mendapat pertanyaan dari ibu : enggak kerja kamu?
Padahal handphone di tangan tengah mengetik berita setelah wawancara sana-sini.
Saya berulangkali diminta mengerjakan sesuatu, padahal saya sedang mewawancarai narasumber melalui telepon, bahkan saya pernah ditunggui sampai selesai menelepon narasumber hehe.
Maka dari itu, saya berharap, seandainya Covid-19 atau si Rona (begitu temanku memanggil Coronavirus) dapat diajak omong dengan sopan dan santai, maka saya akan bujuk dia untuk segera pergi ke planet lain.
Saya tidak betah, asli tidak betah menghadapi rutinitas dalam situasi yang serba terbatas akibat Covid-19 ini.
Saya ingin keluar menikmati mentari pagi dan menyapa para lelaki eh… para narasumber baik hati yang kerap saya datangi sebelumnya. Saya ingin kembali bercengkerama dengan sesama reporter dan membangun relasi.
Tapi, demi keamanan jiwa dan raga, untuk sekarang cukup berbekal secuil kontak narasumber dan teman di ranah yang sama, saya setiap hari menghubungi orang-orang penting untuk diwawancara.
Saya harap, mereka tidak akan mendengus saat saya menelepon dan menyebutkan identitas saya seperti ini:
“Selamat siang Pak/Bu, maaf mengganggu sebelumnya. Saya Rika dari Tribun Bali ingin menanyakan….”.
Berulangkali.
Denpasar, 13/4/2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ni-kd-rika-riyanti.jpg)