Corona di Bali
Pengamat Sosial Sebut Bantuan Kepada Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19 Harus Sama Rata
Belakangan muncul gejolak dari masyarakat yang menilai kecondongan bantuan sosial didaratkan kepada ojek online, padahal di lain sisi, begitu banyak
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pemerintah harus menyamaratakan bantuan terhadap sektor-sektor terdampak virus corona atau covid-19 dari sisi ekonomi secara menyeluruh agar tidak timbul kecemburuan sosial.
Belakangan muncul gejolak dari masyarakat yang menilai kecondongan bantuan sosial didaratkan kepada ojek online, padahal di lain sisi, begitu banyak rakyat yang kehilangan pekerjaan karena PHK dari tempat kerjanya.
Seperti disampaikan pengamat sosial dari Universitas Udayana Bali Gusti Bagus Suka Arjawa kepada Tribun Bali, Jumat (17/4/2020).
• WIKI BALI - Sejarah, Posisi, dan Visi Misi Desa Tegal Harum Denpasar
• Universitas Udayana Keluarkan Surat Edaran Pengunduran Pembayaran UKT di Tengah Pandemi Covid-19
• KONI Bali Tunggu Keputusan Resmi Presiden terkait Penundaan PON XX/2020 Papua Akibat Corona
“Kalau soal bantuan ke ojol saja saya kurang sependapat, banyak sekali masyarakat golongan menengah ke bawah yang perlu diberi bantuan, masyarakat marjinal perlu dipertimbangkan, harus rata, kalau ojol saja ya tidak bagus, kecuali fungsi delivery memang dia (ojol) paling andal,” kata Duka Arjawa
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana Bali itu menyebut, dampak pandemi ini angka pengangguran meningkat dari sektor-sektor yang terdampak, apalagi skema terburuk jika musibah ini berlarut-larut bisa mengancam keamanan, harus ada sikap tegas pemerintah dalam memerangi hal ini serta kesadaran masyarakat.
• RS PTN Unud Kini Rawat 33 Pasien Positif Covid-19, Mayoritas PMI Asal Bali
• Promo Alfamart Hari Ini, Minyak Goreng Hingga Sabun, Ada Juga Promo Jelang Ramadan
• Dapat Asimilasi Covid-19, Aris Idol Bebas Setelah Jalani Setengah Masa Hukuman
“Ke depan, kalau sampai setahun kayak gini, parah sekali bisa memunculkan macam-macam, angka kejahatan meningkat, keamanan terganggu, apalagi banyak para tahanan dilepaskan,” kata dia.
“Para tahanan yang dibebaskan itu bibit, punya sumber daya, mereka itu susah menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan latar belakang seperti itu, kita khawatir seperti itu,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-bantuan-sosial.jpg)