Bulan Ramadan

MUI Denpasar Jelaskan Aturan Pelaksanaan Tarawih dan Tadarus di Tengah Pandemi Covid-19

Ketua MUI Kota Denpasar KH Saifudin Zaini mengatakan pelaksanaan tarawih tahun ini menyesuaikan kondisi saat ini

Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN BALI/RIZKI LAELANI
Persiapan buka puasa di Masjid Muhammad di Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Bali, Senin (7/5/2019). MUI Denpasar Jelaskan Aturan Pelaksanaan Tarawih dan Tadarus di Tengah Pandemi Covid-19 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebentar lagi seluruh umat muslim akan menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Namun tahun ini pelaksanaan ibadah bulan suci Ramadan sedikit berbeda.

Pasalnya dunia sedang dilanda pandemi Covid-19, pemerintah pun telah menganjurkan bekerja, belajar dan beribadah di rumah.

Di bulan suci Ramadan, biasanya umat muslim melakukan tarawih di masjid.

Sesuai arahan pemerintah, Ketua MUI Kota Denpasar KH Saifudin Zaini mengatakan pelaksanaan tarawih tahun ini menyesuaikan kondisi saat ini.

" Majelis Ulama Indonesia Kota Denpasar bergaris lurus dengan edaran Menteri Agama nomor 6 tahun 2020 bahwa umat Islam seluruh Indonesia termasuk Denpasar agar menghindari kegiatan ibadah Ramadan yang melibatkan berkumpulnya orang banyak," katanya saat dihubungi Tribun Bali.

Ia menambahkan, salat tarawih di rumah bersama keluarga menjadi solusi membantu mengurangi penyebaran Covid-19 agar terhindar dari bahaya virus itu.

"Meliputi salat Jumat dan tarawih, dengan alasan udzur syar'i, maka tidak dilaksanakan di masjid tetapi dilaksanakan di rumah masing-masing. Insya Allah pahalanya sama, karena tarawih di rumah dalam rangka menghindari bahaya yang lebih besar, yaitu tersebarnya virus Corona," sambungnya.

Lalu bagaimana dengan tadarus Al-Quran?

KH Saifudin mengungkapkan, pelaksanaan tadarus Al-Quran boleh dilakukan di rumah masing-masing ataupun di dalam masjid.

Jika dilaksanakan di dalam masjid, maka ada beberapa syarat yang harus dituruti, seperti jumlah terbatas, tidak boleh menggunakan pengeras suara, dan menjaga kebersihan.

"Tadarus Al-Quran hingga 5 - 10 orang di rumah kediaman masing-masing tidak mengapa, jika harus dilakukan di rumah ibadah maka jangan sampai mengganggu lingkungan, misalnya dengan suara tidak kedengaran dari luar pintu tertutup, menjaga jarak masuk - keluar masjid, mencuci tangan dengan sabun terlebih bagi para penjaga masjid yang tentu mereka bisa beribadah salat di masjid yang dijaga," ucapnya.

Pengeras suara tidak dianjurkan karena ditakutkan akan membuat kesan ramai di masjid.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved