Bupati Temukan PMI asal Buleleng yang Dikarantina di Hotel Ada yang Pesta Miras

Mereka cenderung melakukan gerakan yang melanggar social distancing. Malah ada yang minum-minum di hotel. Ini akan kami awasi terus.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (tengah) saat mengumumkan pasien 03 positif corona, Jumat (27/3/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemkab Buleleng berencana memberikan sanksi tegas bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tidak mematuhi protap penanganan Covid- 19.

Sanksi tegas akan mulai diberikan setelah perpanjangan masa darurat Covid atau setelah Kamis (30/4/2020).

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, Kamis (23/4/2020) mengatakan, pemberian sanksi tegas ini mengingat masih sering ditemukan PMI yang berkumpul bahkan ada yang menggelar pesta miras di areal hotel, yang dijadikan tempat karantina.

"Mereka cenderung melakukan gerakan yang melanggar social distancing. Malah ada yang minum-minum di hotel. Ini akan kami awasi terus. Setelah perpanjangan masa darurat, kami akan mulai memberikan sanksi tegas kepada mereka yang melanggar protap yang sudah kami buat di tempat karantina," tegas Suradnyana.

Disinggung terkait bentuk sanksi, Suradnyana mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kapolres Buleleng serta Dandim 1609/Buleleng, agar sanksi yang diberikan terukur.

"Kapolres dan Dandim kan juga bagian dari Gugus Tugas Covid. Saya akan berkoordinasi dulu dengan mereka. Kalau tidak bisa diberikan tindakan yang persuasif, terpaksa kami berikan tindakan represif," ucapnya.

Disisi lain, Suradnyana juga tidak menampik banyak PMI yang tidak terdeteksi kedatangannya, karena masuk melalui jalur darat.

Untuk itu, para PMI yang sudah berada di Buleleng kuirang 25 hari yang lalu akan di-rapid test ulang.

"Banyak PMI yang tidak terdeteksi. Turun di Jakarta kemudian lewat jalur darat, tiba-tiba sudah ada di rumah (Buleleng). Mata rantai harus dipotong. Kami akan pantau terus, sudah ada datanya PMI yang pulang di bawah 25 hari lalu, akan kami rapid test semua. Sementara rapid test antigen datang Senin depan, itu untuk PMI yang baru datang biar cepat terdeteksi," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved