Tepati Janji, 4 Cara Sederhana untuk Mengajarkan Kejujuran pada Anak
Jujur merupakan kunci utama untuk seorang anak menjadi orang yang baik di masa mendatang. Bagaimana mengajarkan anak tentang bersikap jujur pada diri
TRIBUN-BALI.COM - Kejujuran memang harus ditanamkan pada anak sejak dini.
Jujur merupakan kunci utama untuk seorang anak menjadi orang yang baik di masa mendatang.
Bagaimana mengajarkan anak tentang bersikap jujur pada diri sendiri dan orang lain?
Dikutip dari Instagram resmi Sahabat Keluarga Kementrian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan RI, berikut cara yang tepat untuk mengajarkan anak agar selalu jujur pada diri sendiri dan orang lain.
1. Berjanji untuk ditepati
Mengajarkan kejujuran kepada anak membutuhkan yang namanya keteladanan.
• Kelehahan hingga Kesemutan, Berikut Gejala Tubuh Kekurangan Kalium
• Akhir-akhir Ini Cuaca Siang Hari Cenderung Panas dan Gerah, Ini Faktor Pemicunya
• Kim Jong Un Dikabarkan Baik-baik Saja Menurut Sumber dari Korea Selatan
Ingat-ingat kembali saat Moms dan Dads pernah berjanji kepada anak.
Misalnya saja beberapa bulan yang lalu, Moms dan Dads berjanji mengajak anak bertamasya ketika mereka mendapatkan ranking.
Sudahkah ditepati?
2. Hargai kejujuran anak
Meskipun anak mengutarakan hal-hal yang tidak disukai oleh orangtua, seperti misalnya:
- anak mengaku mendapat nilai buruk di sekolah.
- ia mengaku tidak membuat PR.
• Nekat Beraksi Ditengah Pandemi Corona, 2 Begal Ditembak Polisi dan 1 Pelaku Tewas di Bandung
• Belva Devara Bantah Ruangguru Perusahaan Asing : Punya Saya Anak Muda Kebangsaan Indonesia
- telah mencoret-coret tembok.
Orangtua tetap dianjurkan untuk tenang, dan menghargai keberanian anak yang sudah terbuka.
Jika anak anda sudah berkata jujur, barulah Moms dan Dads memberikan pemahaman tentang mana yang baik dan mana yang buruk dengan nada yang tenang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/anak-berbohong.jpg)