Dinsos Tabanan Data Warga Penerima Bantuan Jaring Pengaman Sosial,Terbanyak Berasal dari 3 Kecamatan

Namun data tersebut masih bersifat sementara, sebab kemungkinan besar data tersebut akan bertambah lagi karena masih dilakukan pendataan.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti saat menyerahkan bantuan ribuan masker dan sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19 di wilayah Kecamatan Kediri, Tabanan, Jumat (24/4) 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sebanyak 10.812 KK yang terdampak wabah Covid-29 di Kabupaten Tabanan sudah terdata hingga saat ini.

Data tersebut selanjutnya akan diusulkan mendapat bantuan jaring pengaman sosial dari kementerian pusat.

Jumlah tersebut merupakan hasil pendataan yang dilakukan oleh Dinas Sosial Tabanan.

Namun data tersebut masih bersifat sementara, sebab kemungkinan besar data tersebut akan bertambah lagi karena masih dilakukan pendataan.

PDAM Badung Resmi Umumkan Penggratisan Tagihan Pelanggan Selama Tiga Bulan, Ini Kategorinya

11 Santri Magetan asal Banyuwangi Jalani Rapid Test, Hasilnya Non-Reaktif

Perkara Dua Tersangka Pengeroyokan yang Viral di Gatsu Dilimpahkan ke Kejari Denpasar

"Jumlah tersebut adalah hasil pendataan sementara, karena kami masih terus lakukan pendataan," kata Kepala Dinas Sosial Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan, Jumat (24/4/2020).

Menurut Gunawan, jumlah tersebut merupakan bukan warga yang masuk kategori masyarakat miskin. Melainkan, merupakan warga yang sebelumnya terdampak wabah Covid-19 dari Tabanan.

Sebab, banyak masyarakat yang mengalami atau terdampak penurunan taraf ekonomi karena dirumahkan dan lainnya.

"Rata-rata mereka yang terdata ini lebih banyak dari Kecamatan Tabanan, Kediri, dan Marga.

 Tapi tak menutup kemungkinan akan terus bertambah," ungkapnya.

Selanjutnya, kata dia, data yang sudah fix nantinya akan diusulkan bersama dengan data penerima manfaat untuk program rutin Kementerian Sosial bagi warga miskin di kabupaten Tabanan yang berjumlah 31.431 jiwa, sesuai dengan data terpadu kesejahteraan social (DTSK) yang dulunya bernama Basis Data Terpadu (BDT).

“Untuk program rutin kementerian bagi warga penerima manfaat sesuai dengan DTSK atau sebanyak 31.431 jiwa tersebut, sebanyak 16 ribu telah dibantu dengan program sembako, 10 ribu dibantu melalui program keluarga harapan (PKH), dan sisanya sebanyak 5.098 sampai saat ini memang belum menerima bantuan apapun," sebutnya.

“Nanti sisa 5.098 ini adalah mereka yang sudah masuk DTKS namun belum dapat bantuan apapun, ini yang masih terus diusulkan bersama dengan data warga yang terdampak diluar DTKS sebanyak 10.812 KK tadi,” imbuhnya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved