Corona di Bali
350 Nelayan Ikan dan Nelayan Pariwisata di Denpasar Diberikan Bantuan Sembako
Nelayan ikan dan nelayan pariwisata di Kota Denpasar, Bali, mendapatkan bantuan sembako berupa beras hingga gula
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- 350 nelayan ikan dan nelayan pariwisata di Kota Denpasar, Bali, mendapatkan bantuan sembako.
Pemberian bantuan ini dilaksanakan di Pantai Segara Sanur, Denpasar, Sabtu (25/4/2020).
Bantuan diserahkan oleh Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara dan bantuan ini merupakan bantuan dari PDAM Kota Denpasar.
Bantuan yang diberikan ini berupa beras, gula, minyak, telor serta kebutuhan pokok lainnya.
• Ini Manfaat Menabung untuk Kesehatan Mental
• Ini 3 Zodiak Wanita Terbaik yang Selalu Diinginkan Sosok Pria, Apa Kamu Diantaranya ?
• BRI Peduli Covid-19, Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Kepada RSUP Sanglah
Selain itu, juga diserahkan bantuan berupa masker sebanyak 500 buah kepada para nelayan.
Direktur Utama Perumda Tirta Sewaka Dharma Kota Denpasar (PDAM Kota Denpasar), IB. Gde Arsana mengatakan bantuan sembako kepada nelayan ini untuk membantu kebutuhan ekonomi para nelayan yang terdampak Covid-19.
Dalam hal ini bantuan dibagi menjadi 2 yakni untuk nelayan ikan sebanyak 180 dan nelayan pariwisata sebanyak 170 buah.
Pembagian sembako ini terus dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan.
"Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap sebagai implementasi penerapan strategi perlindungan sosial dan ekonomi serta lumbung pangan guna memastikan ketersedian pangan dan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak Covid-19," katanya.
Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan, pembagian sembako ini merupakan program Pemerintah Kota Denpasar melalui Lumbung Pangan Kota Denpasar.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan diri.
Hal ini mengingat perkembangan penyebaran virus corona yang tidak dapat diprediksi.
Jaya Negara mengimbau agar masyarkat lebih disiplin dalam mengikuti arahan Pemerintah, serta diimbau untuk tidak pulang kampung selama penanganan pandemi Covid-19 ini.
Karena kita tidak mengetahui siapa yang membawa virus, sehingga alangkah baiknya menunda sementara agenda pulang kampung, serta selalu menerapkan social dan physical distancing.
Disamping itu juga mengimbau kepada Satgas Covid-19 di tingkat desa kelurahan serta satgas Gotong Royong Desa Adat untuk lebih selektif dalam memantau mobilitas penduduk daerahnya.
"Mari tingkatkan kewaspadaan, mengikuti anjuran pemerintah, jika tidak mendesak lebih baik dirumah saja, biasakan diri dengan PHBS, cuci tangan pakai sabun pada air mengalir," kata Jaya Negara. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penyerahan-bantuan-kepada-nelayan-ikan-dan-pariwisata-di-sanur.jpg)