Breaking News:

Sejarah Islam di Bali

Mushaf Al Qur’an Tulisan Tangan di Bali Ini Diperkirakan Ditulis Abad XVII, Cover dari Kulit Sapi

Tokoh ini di kampung Kepaon Denpasar, Bali dikenal dengan nama Guru Bungin. Makamnya sekarang banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.

Dok Drs. H. Bagenda Ali, MM
Cover (kiri) dan bagian dalam (kanan) Mushaf Al Qur’an Tulisan Tangan Di Masjid Asy Syuhada Kampung Muslim Serangan Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Satu di antara mushaf Al Quran tulisan tangan di Bali terdapat di Masjid Syuhada Kampung Muslim Bugis Serangan, Denpasar, Bali. Masjid Asy Syuhada adalah masjid yang dibangun umat Islam di Pulau Serangan di abad XVII.

Al Qur’an Kuno Tulisan Tangan Berumur 200 Tahun di Bali, dari Malaysia Jadi Warisan Warga Loloan

Lahan dan bangunannya bantuan dan pemberian sebagai hadiah dari Raja Pemecutan III Cokorde Ngurah Sakti kepada masyarakat kampung Muslim Serangan. Hadiah tersebut sebagai bukti hubungan keraton dengan penduduk suku Bugis sangat erat. Tokoh Muslim Pulau Serangan leluasa keluar masuk Keraton Pemecutan.

Semaan Al Quran, Warnai Peringati Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-248

“Mushaf Al Qur’an tulisan tangan di Masjid Asy-Syuhada Pulau Serangan ini adalah Al Qur’an bersejarah yang dimiliki masyarakat Muslim Pulau Serangan. Diperkirakan ditulis pada abad XVII. Pada kulitnya yang terbuat dari kulit binatang (kulit sapi),” tulis Drs. H. Bagenda Ali, MM  dalam bukunya berjudul “Awal Mula Muslim Di Bali” yang telah cetak kali pertama pada Januari 2019 di Bab VII Al Qur’an tulisan tangan kuno yang ada di Bali.

Drs. H. Bagenda Ali, MM, menambahkan, tokoh pemukim awal Kampung Bugis Serangan adalah Haji Mukmin atau yang lebih dikenal dengan nama Pua Matoa (Bapak Tertua bahasa Bugis). Tokoh ini di kampung Kepaon Denpasar, Bali dikenal dengan nama Guru Bungin. Makamnya sekarang banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.

Kisah Ratu Dewi Fatimah Tak Mampu Memotong Bulu Kaki Raja Dalem Ketut di Kerajaan Gelgel

Pertualangan Raden Fatah ke Bali dan Balik Lagi ke Majapahit hingga Peristiwa Batara Katong

Menurut, Drs. H. Bagenda Ali, MM, dalam tulisan tersebut, besar kemungkinan beliau yang membawa Al Quran itu dari Sulawesi ke Pulau Serangan pada abad XVII dan masih utuh sampai sekarang.

Mushaf Al Quran tersebut hingga kini tersimpan rapi di kotak yang terbuat dari kaca berukuran  sebagai warisan sejarah oleh pengelola Masjid Asy-Syuhada di Pulau Serangan Denpasar. (*) 

Editor: Kambali
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved