BBPOM di Denpasar

Awal Bulan Ramadhan, BBPOM di Denpasar dan Disperindag Lakukan Pengawasan Rutin di Wilayah Denpasar

Makanan yang dijual di sekitaran Desa Pemogan sampelnya diambil kemudian diuji oleh pihak BBPOM.

Tribun Bali/Ni Kadek Rika Riyanti
BBPOM Denpasar bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar melakukan pengawasan rutin untuk memberikan rasa aman pada makanan yang dikonsumsi, Selasa (28/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - BBPOM Denpasar bekerja sama dengan pemerintah kota Denpasar yg diwakili oleh  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar melakukan pengawasan rutin untuk memberikan rasa aman pada masyarakat Bali, Selasa (28/4/2020).

Memasuki Bulan Ramadhan hari ke-5, pemerintah tetap hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap pangan yang dijual oleh pedagang, termasuk takjil yang dijual di Bulan Puasa ini.

 “Jadi kami melakukan pengawasan dengan Disperindag Kota Denpasar untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, karena biasanya pada Bulan Suci ini saudara-saudara Muslim saat berbuka puasa makanan yang disiapkan lebih dari biasanya, oleh karena itu kami melakukan pengawasan agar betul-betul makanannya memenuhi standar keamanan,” papar Kepala BBPOM Denpasar, Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih, saat ditemui di sela-sela kegiatan, Selasa (28/4/2020).

 Makanan yang dijual di sekitaran Desa Pemogan sampelnya diambil kemudian diuji oleh pihak BBPOM.

4.000 Pelanggan PDAM di Denpasar Digratiskan Mulai 1 Mei, Ini Kriterianya

Hasil Rapid Test 7 PMI Asal Tabanan Dinyatakan Negatif, Boleh Pulang Besok

Gianyar Pangkas 50 Persen Dana APBD untuk Desa Dinas

 “Untuk Denpasar hanya terkonsentrasi di Desa Pemogan, kemudian rencananya BBPOM akan bergerak ke kabupaten-kabupaten lain yang banyak terdapat saudara Muslim dan berjualan takjil, jadi dilakukan pengawasan,” terang dia.

 Pihaknya berharap, makanan yang dijual memenuhi persyaratan kesehatan, aman dikonsumsi, tidak menggunakan bahan-bahan yang dilarang untuk makanan. Namun, setelah melakukan pengawasan, Suarningsih meyakini bahwa makanan yang dijual aman.

 “Tetapi kami lihat rata-rata pengemasannya sudah bagus, higienitasinya sudah bagus, dan dalam suasana Covid-19 kami juga mengharapkan para pedagang dan konsumen, kita semua, memakai masker,” kata dia.

 Hal itu dibuktikan dengan 16 sampel yang diuji langsung di lapangan. Adapun 16 sampel tersebut diantaranya minuman sebanyak 7 sampel, rujak 1 sampel, tempe 1 sampel, bakso 4 sampel, lontong 1 sampel, sate tuna 1 sampel, plecing 1 sampel. Sebanyak 16 sampel itu kemudian diuji rhodamin 9 sampel, formalin 6 sampel, boraks 6 sampel dan hasilnya memenuhi syarat.

 Sementara itu, Kepala Bidang Meteorologi dan Tertib Niaga Disperindag Kota Denpasar, Putu Gede Sukadana, menyampaikan, pihaknya dengan BBPOM Denpasar telah menjadwalkan untuk melakukan pengawasan makanan di daerah Denpasar.

 “Pada sore hari ini kami bersama-sama mengunjungi dan melihat langsung di tempat penjual makanan takjil untuk berbuka puasa,” ujarnya.

Melihat situasi dan kondisi di lapangan, pihaknya menginstruksikan kepada pedagang untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh dinas kesehatan dan pemerintah Kota Denpasar.

“Kita boleh tetap berjualan tapi tetap memerhatikan protokol kesehatan demi keamanan kita semua,” tandasnya.(*)

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved