Corona di Bali

Jalani Rapid Test Kedua, Sebanyak 32 PMI Jembrana Negatif Covid-19

Sebanyak 32 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana, Bali, menjalani rapid test ke-2, Rabu (29/4/2020).

Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Pemeriksaan kesehatan dan pantauan langsung oleh Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Rabu (29/4/2020) di Negara Hotel Jalan Ngurah Rai Kecamatan Jembrana. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sebanyak 32 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana, Bali, menjalani rapid test ke-2, Rabu (29/4/2020).

32 PMI yang ditempatkan di Negara Hotel di Jalan Ngurah Rai Kecamatan Jembrana itu menunjukkan hasil negatif.

Mereka telah menjalani rapid test setelah tiba pada tanggal 18,19 dan 20 April 2020 lalu.

Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan yang memantau langsung kondisi PMI menyatakan, bahwa untuk hasil dari rapid test menunjukkan hasil negatif.

WIKI BALI - Berkenalan dengan SMAN 5 Denpasar, Ini Misi Hingga Fasilitas yang Ada Disana

Video Call WhatsApp Bisa 8 Peserta Mulai Hari Ini, Pengguna Android dan iOS Perlu Tahu Ini

Hari Ini, Layanan Video Call 8 Orang di WhatsApp Sudah Bisa Digunakan, Begini Caranya

Hal ini tentu saja, membuat Pemerintah Jembrana berbahagia karena tidak ada PMI yang menunjukkan positif Covid-19.

Pihaknya juga melakukan perbincangan untuk fasilitas dan pemberian konsumsi, apakah mengalami kendala atau tidak pada para pejuang devisa negara Indonesia tersebut.

"Sejauh ini hasilnya positif (baik). Dan para PMI berbahagia dengan pelayanan pemerintah dan pihak hotel yang memberikan tempat tidur dan konsumsi yang layak," ucap Kembang.

Kembang mengaku, selain rapid test pihaknya juga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para PMI.

Rapid test dan pemeriksaan kesehatan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan kepada para PMI, setelah sebelumnya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Dalam pemeriksaan kesehatan itu, pihak tim medis dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, memeriksa tensi darah PMI, suhu badan dan pemberian vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

"Untuk selanjutnya, para PMI tetap akan diisolasi sesuai ketentuan 14 hari. Jadi yang masuk 18 April, maka pada 2 Mei mendatang bisa pulang. Tapi sebelum pulang juga akan kami lakukan pemeriksaan kesehatan kembali," ucapnya. (*).

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved