Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Kasus Positif Covid-19 di Badung Terus Bertambah, Ini Penyebabnya Menurut Kadiskes

Adanya penambahan tersebut, karena disinyalir tak semua Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Badung melapor ke satgas covid-19 di Badung.

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
dr. I Nyoman Gunarta 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Badung dalam dua hari terakhir menunjukan peningkatan cukup signifikan.

Hingga Selasa (28/4/2020) tercatat 15 orang positif atau meningkat dari hari sebelumnya yang tercatat 13 orang.

 Adanya penambahan tersebut, karena disinyalir tak semua Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Badung melapor ke satgas covid-19 di Badung.

Koordinator Satuan Tugas Operasi di Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid -19 Kabupaten Badung, dr. I Nyoman Gunarta pun tak menampik hal tersebut.

Pemerintah Tak Jamin Peserta Program Kartu Prakerja Langsung Dapat Pekerjaan

Caru Anta Septa di Catur Muka Denpasar, Gunakan Tirta dari 7 Sumber Mata Air Termasuk Sungai Gangga

48 PMI di Rumah Singgah Sudah Diperbolehkan Pulang, Badung Terus Gencarkan Rapid Test

Pihaknya mengatakan, adanya penambahan tersebut, lantaran banyak PMI menyembunyikan identitas saat melakukan pemeriksaan.

“Penambahan ini terjadi setelah kami melakukan tracing,” ujar dr. Gunarta, Rabu (29/4/2020)

Setelah melakukan tracing, Kadiskes Badung ini mengatakan ternyata banyak dari PMI tersebut melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan satgas Covid-19 di Badung.

 Bahkan dengan begitu sangat berpotensi membahayakan tenaga kesehatan jika yang bersangkutan mengakses layanan kesehatan tidak mengaku sebagai PMI.

“Semestinya kan wajib melaporkan ke Satgas di desa maupun kelurahan, sehingga  tidak membahayakan nantinya,” bebernya

Pihaknya pun berharap satgas desa lebih berperanan dalam pengawasan dan segera melaporkan ke Gugus Tugas Kabupaten Badung untuk segera dilakukan Rapid Test.

Dengan dilaksanakannya rapid test setidaknya data PMI tersebut sudah masuk pada Gugus Tugas.

Mantan Dirut RSD Mangusada ini juga menyebutkan yang jadi masalah seperti di wilayah Dalung Permai, dan perumahan lainnya.

Pasalnya diwilayah tersebut tidak semua PMI bisa didata karena umumnya pendatang.

“Karena banyak pendatang sehingga membutuhkan upaya yang lebih besar dalam pendataan,” katanya sembari mengatakan kondisi PMI saat ini semuanya dalam keadaan sehat.

Ia pun mengaku PMI yang ada di Badung saat ini, harus memunguti dan sesuai dengan protokol kesehatan, seperti halnya isolasi selama 14 hari dan menjalani rapid test.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved