Perbekel Tak Ketahui Sumber Gerombolan Cacing Sepanjang 10 Meter, Pemilik Rumah Diminta 'Nunasang'

Peristiwa tersebut terkonfirmasi terjadi di sebuah rumah milik warga Banjar dan Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Gerombolan Cacing tanah di Banjar dan Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Fenomena munculnya cacing tanah dalam  jumlah banyak terjadi di Tabanan.

Peristiwa tersebut terkonfirmasi terjadi di sebuah rumah milik warga Banjar dan Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan.

Munculnya cacing tanah tersebut diketahui sekitar pukul 07.00 Wita, Rabu (29/4/2020).

Hanya saja, sumber dari kemunculan gerombolan cacing tanah tersebut masih belum diketahui dan dianggap berbeda. Sebab, halaman warga tersebut merupakan beton.

Selama Bulan Suci Ramadhan, Masjid Baitul Makmur Denpasar Bagikan Ratusan Takjil ke Warga

Badung Lirik Dana LPD Untuk Penuhi Kebutuhan Pangan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

Kasus Covid-19 di Rusia Dekati 100.000, Vladimir Putin: Situasinya masih sangat sulit

Perbekel Desa Tua, Wayan Budi Arta Putra membenarkan peristiwa tersebut terjadi di wilayah Desa Tua tepatnya di Banjar Tua.

Hal itu terjadi di rumah seorang warga bernama Wayan Suana (51).

Cacing tanah tersebut ditemukan di halaman rumahnya oleh Wayan Suana dan dilihat muncul dari arah timur halamannya menuju arah barat.

"Setidaknya cacing tersebut bergerombol kemudian bergerak dari arah timur ke barat sepanjang 10-15 meter di halaman rumah warga tersebut," ungkap Budi Arta, Rabu (29/4).

Dia menuturkan, jumlah cacing tanah yang bergerombol tersebut diperkirakan berjumlah ratusan. Setelah ditemukan oleh pemilik rumah, ia kemudian mengumpulkan cacing dengan warna coklat kehitaman tersebut dengan sapu.

Selanjutnya, diberikan kepada itik miliknya.

“Awalnya saat itiknya diberi makan cacing itu hanya dilihat saja atau tidak mau dimakan. Itiknya cuma bengong tapi beberapa saat lagi baru mau dimakan,” tuturnya.

Budi Arta pun merasa janggal dan menyatakan kemunculan tersebut tak mungkin dari halaman warganya tersebut.

 Sebab, di halaman tersebut tak ditemukan lubang sumber dari kemunculan cacing tersebut.

"Rasanya tidak keluar dari sekitar halaman Wayan Suana itu, karena halamannya dibeton dan lubang cacingnya juga tak ditemukan. Pasca peristiwa tersebut dan kejanggalannya tersebut, Perbekel meminta kepada pemilik rumah untuk nunasang (meminta petunjuk secara Niskala) terkait kejadian tersebut.

"Sudah kami minta untuk nunasang dan semoga tidak terjadi apa-apa, karena cacing yang muncul ini beda dengan cacing pada umumnya. Ia keluar bergerombol dan lubangnya tak diketahui," tandasnya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved