Berita Banyuwangi

Banyuwangi Minta Pelabuhan Gilimanuk Tak Jual Tiket Penumpang Menuju Jawa

Anas mengatakan, opsi tersebut diambil setelah melihat pemudik yang masuk ke Banyuwangi dari Pulau Bali terus berdatangan.

Istimewa
Bupati Anas, saat meninjau titik pengecekan pendatang di Terminal Brawijaya, bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman, Asmara Syarifudin, Kamis (30/4/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Meminimalisasi penyebaran Covid-19, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi meminta agar Pelabuhan Gilimanuk, Bali, tidak membuka lagi penjualan tiket penyeberangan bagi penumpang menuju Banyuwangi.

“Kami akan mengirimkan surat resminya. Saya sudah mohon izin pada Bapak Gubernur Bali melalui WhatsApp terkait hal tersebut,” kata Bupati Anas, saat meninjau titik pengecekan pendatang di Terminal Brawijaya, bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman, Asmara Syarifudin, Kamis (30/4/2020).

Anas mengatakan, opsi tersebut diambil setelah melihat pemudik yang masuk ke Banyuwangi dari Pulau Bali terus berdatangan.

Padahal jumlah orang yang hendak menyeberang ke Pulau Bali sudah dibatasi dengan ketat sebagaimana permintaan Pemprov Bali.

Sambut Pejabat Baru, Korem 163/Wira Satya Gelar Tradisi Tepung Tawar

Berkunjung ke 4 Desa di Kecamatan Busungbiu Buleleng Wajib Bawa Surat Keterangan Sehat

Hasil Rapid Test di Banjar Serokadan Bangli, 23 Warga Dinyatakan Reaktif Positif

“Kami mendapatkan laporan, jumlah penyeberangan yang ke Bali hanya 20 orang, tapi yang dari Bali ke Banyuwangi sebanyak 526 orang. Maka kami ada opsi masukan untuk berkoordinasi agar penyeberangan dari Gilimanuk dibatasi,” ujar Anas.

Jika tetap ada pemudik yang masuk ke Banyuwangi melalui Pelabuhan Ketapang, kata Anas, maka langsung akan digiring untuk dikarantina selama empat belas hari di rumah singgah yang telah disiapkan, baik di desa-desa maupun dormitory milik Pemkab Banyuwangi.

“Demi keselamatan bersama, yang datang harus dikarantina 14 hari,” imbuh Anas.

Anas menegaskan jika yang permintaan pelarangan penjualan tiket penyeberangan tersebut hanya bagi penumpang. Namun untuk distribusi logistik tetap tak ada perubahan.

“Kalau untuk melayani penyeberangan logisik dan angkutan barang tentunya tidak akan ditutup apalagi untuk urusan kebutuhan pokok,” kata Anas.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara mengatakan, pihaknya turut mendukung upaya meminimalisasi jumlah pendatang. Bahkan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Gilimanuk terkaitan penutupan penjualan tiket tersebut.

“Pemkab Gilimanuk (Jembrana) merespons baik permintaan Banyuwangi tersebut.  Ini salah satu upaya yang sangat baik untuk menghentikan kedatangan pemudik,” ujar Arman.

Arman mengatakan, sejak dilaksanakan Operasi Ketupat oleh Polresta Banyuwangi, pihaknya telah menghalau pendatang yang hendak masuk ke Banyuwangi dengan rincian sebanyak 129 kendaraan roda 2 dan 29 kendaraan roda empat.

“Rata-rata pemudik yang datang dari daerah zona merah,” tambah Arman. (*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved