Corona di Bali

Hasil Rapid Test di Banjar Serokadan Bangli, 23 Warga Dinyatakan Reaktif Positif

Humas Satgas Penanggulangan Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa mengungkapkan pelaksanaan rapid test masal dimulai pukul 09.00 wita.

Istimewa
Suasana rapid test di balai banjar Serokadan Kamis (30/4) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Ribuan masyarakat di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Susut melakukan rapid test masal, Kamis (30/4/2020).

Pelaksanaan rapid test dibagi menjadi dua tempat, yaitu rumah masing-masing warga dan balai banjar.

Humas Satgas Penanggulangan Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa mengungkapkan pelaksanaan rapid test masal dimulai pukul 09.00 wita.

Rapid test dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli dan Provinsi Bali.

Jokowi Peringati Pengusaha yang Hanya Terima Stimulus Tapi Masih Lakukan PHK

Perlu Kajian & Penelitian BPCB, Benda Pusaka dari Yayasan Belanda Belum Bisa Dipajang di Klungkung

Tarif Penyeberangan Pelabuhan Padang Bai Menuju Lembar NTB Naik, Ini Rinciannya

“Pelaksanaannya dibagi ke dua tempat. Yakni di masing-masing rumah bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarga PMI. Sedangkan bagi masyarakat yang tidak memiliki keluarga PMI ataupun penah berhubungan dengan PMI, rapid test dilaksanakan di Balai Banjar,” ucapnya.

Meskipun dilaksanakan di balai banjar, Dirgayusa mengatakan pelaksanaan rapid test tetap dilakukan secara ketat.

 Artinya masyarakat yang akan menjalani rapid test dipanggil per rumah oleh pecalang setempat, sehingga tidak menyebabkan keramaian.

“Di balai hanya petugas saja, sedangkan masyarakat tidak diperkenankan keluar rumah sebelum dijemput pecalang. Informasi sementara sudah 50 orang yang dilakukan rapid test. Mungkin dengan target rapid 2640 orang membutuhkan waktu hingga dua hari,” ujarnya.

Mengintip Berbagai Karya Surya Subratha Selama Berlangsungnya Pameran Online Close a Window

BLT Dana Desa di Banyuwangi Cair, Tiap KK Bakal Terima Rp 600 Ribu

Dikatakan pula, dari 50 orang yang telah melakukan rapid test, 23 orang diantaranya diketahui memiliki hasil reaktif positif.

Kendati demikian, Dirgayusa mengatakan masih perlu mencari tahu lebih lanjut mengenai warga tersebut. Apakah merupakan transmisi lokal, atau masih memiliki hubungan dengan PMI.

Lanjut pria asal Desa Demulih, Susut ini, Satgas Penanggulangan Covid-19 Bangli telah menyiapkan sejumlah tempat karantina, bagi warga Banjar Serokadan yang memiliki hasil reaktif positif.

Dirgayusa menyebut untuk warga yang merupakan PMI ataupun keluarga PMI, maka disediakan tempat karantina di RSU Bangli serta di Balai Diklat BPK Perwakilan Provinsi Bali.

Sedangkan bagi masyarakat yang tidak memiliki keluarga PMI ataupun pernah berhubungan dengan PMI dan keluarga PMI, rencananya akan dikarantina di tiga tempat alternatif.

Antara lain menggunakan ruangan di Sekolah Dasar yang ada di desa setempat, RSJ Provinsi Bali, hingga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kayuambua, Susut.

“Karantina ini sementara sembari menunggu hasil tes Swab-nya keluar. Apabila hasilnya negatif, maka yang bersangkutan boleh pulang dan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari bersama warga lain. Sebaliknya apabila hasil tes swab positif, maka akan dirujuk ke Provinsi. Pada hari ini juga langsung dilakukan isolasi ketat di wilayah Banjar Serokadan,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved