Dalam Empat Bulan Tercatat 45 Kasus Gigitan Anjing di Bangli, Tujuh Kasus Positif Rabies

Dalam Empat Bulan Tercatat 45 Kasus Gigitan Anjing di Bangli, Tujuh Kasus Positif Rabies

Antara
Ilustrasi anjing rabies 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Kasus gigitan anjing di wilayah Kabupaten Bangli kian bertambah.

Tercatat dalam empat bulan ini, jumlah kasus gigitan telah mencapai 45 kasus.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, Ni Nyoman Sri Rahayu membenarkan hal tersebut.

Bahkan pihaknya menyebut dari jumlah 45 kasus gigitan, diketahui 7 kasus diantaranya positif rabies.

“Seluruhnya tersebar di empat kecamatan. Untuk kasus positif, enam diantaranya tercatat di Kecamatan Kintamani, dan satu kasus di wilayah Kecamatan Bangli,” ungkapnya, Kamis (30/4).

Sri Rahayu menegaskan walaupun ditengah pandemi Covid-19, pihaknya tetap akan menindak lanjuti laporan kasus gigitan. Baik emergency vaksinasi, maupun eliminasi tertarget selektif di daerah kasus positif. Walaupun dalam penanganan, jumlah petugas yang dilibatkan lebih sedikit.

“Artinya hanya dua sampai tiga orang petugas yang melakukan penanganan. Pun demikian ruang lingkup sasaran pada daerah kasus positif pun terbatas. Kalau dulu seluruh dusun dilakukan penyisiran, kalau sekarang anjing yang dicurigai sempat kontak, salah satunya di tetangga sekitar,” sebutnya.

Mengenai upaya vaksinasi masal yang dilakukan tiap tahun Sri Rahayu mengatakan pihaknya sudah sempat menggelar upaya tersebut pada bulan Februari hingga awal bulan Maret. Terdapat 19 desa zona merah rabies yang menjadi prioritas utama vaksinasi masal. Sedangkan sasaran vaksinasi terhadap populasi anjing di Bangli mencapai 50 ribu ekor lebih. Kendati demikian, dari jumlah tersebut baru dua desa telah mendapatkan vaksinasi.

“Keduanya yakni Desa Batur Tengah dan Batur Utara, Kintamani. Vaksinasi masal sepakat dihentikan sementara lantaran merebaknya virus Covid-19 ini, sesuai rencana vaksinasi masal akan dilanjutkan pada 5 Juni mendatang, dengan harapan situasi telah membaik. Tapi tidak menutup kemungkinan jika dirasa belum pulih sepenuhnya, rencana vaksinasi akan mundur,” tandasnya. (mer)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved