Corona di Bali

Dulu Kerja di Pariwisata, Kini Puluhan Warga Pesaban Karangasem Beralih Jadi Buruh Petik Bunga

Warga yang semula berkerja di sektor pariwisata, di Denpasar, kini beralih menjadi buruh petik bunga dan buruh bangunan

Tribun Bali/Saiful
(Foto ilustrasi. Tidak terkait berita) Petani Bunga Gumitir di Karangasem, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Puluhan warga di Pesaban, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, beralih profesi akibat pandemi Covid-19.

Warga yang semula berkerja di sektor pariwisata, di Denpasar, kini beralih menjadi buruh petik bunga dan buruh bangunan di kampung halaman, Pesaban.

Perbekel Pesaban I Gede Widiasa menjelaskan, warga yang beralih profesi karena di-PHK perusahaan tempat bekerja semula.

Ada yang kerja sebagai sopir taksi, kerja di hotel dan restoran, serta mejadi buruh bangunan di Denpasar.

Sekarang puluhan warga tidak memiliki pekerjaan tetap.

"Ada sekitar 50 orang lebih warga Pesaban yang kehilangan pekerjaan akibat Covid-19. Hampir sebagian mereka beralih menjadi buruh petik bunga untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga seharinya," jelas Perbekel Pesaban Gede Widiasa, Kamis (30/4/2020) siang.

Ditambahkan, penghasilan jadi buruh petik bunga bervariatif.

Tergantung harga bunga per kilogramnya.

Seandainya sekarang harga bunga Rp 3 ribu per kilogram, kemungkinan mereka hanya dapat upah Rp 20 - 30 ribu.

Jika harganya mencapai Rp 5 - 10 ribuan, upahnya bisa Rp 60 - 100 ribuan.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved