Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Satu Desa di Bangli Segera Diisolasi Setelah Ditemukan 8 Kasus Transmisi Lokal Virus Corona

Akses keluar dan masuk ke wilayah Desa Abuan di Kecamatan Susut rencananya juga akan diperketat.

Tayang:
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Eviera Paramita Sandi
Pixabay
Ilustrasi tes virus corona 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Satu desa yang terdiri dari tiga banjar di Kabupaten Bangli, Bali yakni Desa Abuan, rencananya akan diisolasi menyusul ditemukannya delapan kasus transmisi lokal.

Hari ini, Kamis (30/4/2020), ribuan warga dari Banjar Serokadan, Desa Abuan, akan menjalani rapid test secara massal.

Akses keluar dan masuk ke wilayah Desa Abuan di Kecamatan Susut rencananya juga akan diperketat.

Warga setempat tak boleh ke luar ke jalan.

Humas Satgas Penanggulangan Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa, menjelaskan ditemukannya delapan kasus transmisi lokal di Banjar Serokadan menjadi titik awal perlunya perlakuan khusus pada wilayah Desa Abuan.

Terlebih berdasarkan pendataan, jumlah transmisi lokal di wilayah Desa Abuan juga tergolong paling tinggi.

“Dari 19 kasus di Bangli, 10 di antaranya merupakan transmisi lokal dari Desa Abuan. Oleh sebab itu diambil keputusan untuk mengadakan isolasi khusus di Desa Abuan. Terlebih dari hasil penelusuran delapan tranmisi lkcal sebelumnya, tercatat 177 kontak erat. Walaupun sebagian besar hasilnya negatif (non reaktif), tentunya perlu peningkatan kewaspadaan, serta tindakan khusus untuk wilaya setempat,” jelas Dirgayusa, Rabu (29/4/2020).

Menurut Dirgayusa, Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Bangli telah memerintahkan sejumlah anggota satgas untuk melakukan gerak cepat.

Seperti Dinas Kesehatan yang akan melakukan rapid test kepada seluruh warga di Desa Abuan.

“Sasarannya seluruh warga di tiga banjar. Antara lain Banjar Abuan, Banjar Serokadan, dan Banjar Sala dengan total warga mencapai 6.000 lebih jiwa. Namun sesuai jadwal, pada hari Kamis besok (hari ini, red) rapid test massal rencananya akan menyasar 2.640 warga di Banjar Serokadan terlebih dahulu,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kadis Kominfosan Bangli itu menambahkan bahwa rencananya akan dilakukan isolasi pada Desa Abuan. Namun waktu pelaksanaannya belum dipastikan.

“Yang jelas Ka Satgas telah memberikan sejumlah instruksi pada anggota satgas lain. Seperti Dinas Sosial untuk menyiapkan konsumsi bagi warga di Desa Abuan selama dua pekan. Begitu pun dari sisi pengamanan yang melibatkan anggota TNI, Polri, Satpol PP, hingga Pecalang,” ungkapnya.

Teknik Sampling

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Bangli, I Made Gianyar, mengatakan rapid test massal akan dilakukan menggunakan teknik sampling, dengan menentukan wilayah banjar dengan jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbanyak.

Gianyar tidak memungkiri awalnya memang diputuskan untuk melakukan rapid test massal bagi warga Desa Abuan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved