Corona di Bali

Jadi Zona Merah Virus Corona, Sebuah Gang Perumahan di Denpasar Utara Diisolasi Mandiri

Sebuah gang perumahahan di Jalan Gatot Subroto I/XVIII, Banjar Tegeh Sari, Tonja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali terlihat ditutup

Tribun Bali / Adrian Amurwonegoro
Sebuah gang perumahahan di Jalan Gatot Subroto I/XVIII, Banjar Tegeh Sari, Tonja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali terlihat ditutup aksesnya guna isolasi mandiri. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebuah gang perumahahan di Jalan Gatot Subroto I/XVIII, Banjar Tegeh Sari, Tonja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali terlihat ditutup aksesnya guna isolasi mandiri.

Saat Tribun Bali ke lokasi, ternyata lokasi tersebut merupakan zona merah covid-19, dalam penutup jalan tersebut tertulis mohon maaf jalan ditutup sedang melaksanakan isolasi mandiri.

Rupanya gang di perumahan tersebut adalah tempat tinggal satu keluarga di mana terdapat satu orang ayah terkonfirmasi positif covid-19 meninggal dunia, satu anak positif, sedangkan ibu dan satu anak lainnya kini akhirnya di karantina di luar wilayah serta untuk dilakukan test.

Kemudian isolasi mandiri dilakukan dengan tujuan supaya masyarakat dari luar seperti ojek online, orang jualan, tidak asal masuk wilayah itu dan menjadi berisiko.

Seperti dijelaskan Ketua Satgas Covid-19 Banjar Tegeh Sari, Gede Mantrayasa kepada Tribun Bali, Jumat (1/5/2020)

"Karena kadang-kadang banyak ojol, orang jualan keluar masuk, mereka kan tidak paham, padahal masih ada 2 orang di sana, jadi dari satu keluarga, ayah meninggal positif covid-19, lalu dilakukan tes rapid pada keluarga, lalu salah satu anak reaktif dan diswab ternyata positif lalu dibawa ke RS Rujukan, yang 2 orang di rumah masih ibu dan anak dikhawatirkan juga kena, makanya warga berharap di-swab sehingga warga tenang, akhirnya di karantina di luar wilayah, kenapa baru kita lakukan karena kita memang baru tahu sekitar 4 hari yang lalu," beber Gede

"Jadi pada Selasa (28/4/2020) malam, setelah berkomunikasi dengan warga Satgas Covid-19 membantu warga melaksanakan isolasi mandiri dengan menutup jalan," imbuh dia.

Ia menjelaskan, pihaknya baru mengetahui adanya warga yang terinfeksi covid-19, beberapa hari setelah Satgas Covid-19 Banjar setempat dibentuk pada 18 April 2020 lalu.

"Kami kan baru dibentuk, setelah dibentuk beberapa hari, kita minta Kaling menjelaskan bagaimana sebenarnya kondisi di Banjar, meski ada protap hal-hal rahasia, saya sampaikan jaman sekarang susah menutupi berita di luar, daripada tidak ada kepastian sampaikan hal sebenarnya sebagai bentuk antisipasi, saya minta tolong untuk transparan minimal ke kami, akhirnya kita dikasih tahu, dan kami semua sempat kaget, akhirnya kami segera mengambil langkah itu," jelasnya.

Setelah itu, Gede memutuskan untuk meminta melakukan video conference dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Made Rentin.

"Kita sampaikan SOP nya dan kondisi di lapangan, lalu disetujui untuk isolasi mandiri, besoknya warga resah sampai ada yang mengungsi, malah susah keluar dari sini kan zona merah, pas awal diberitakan di media menyebutkan Tonja kan warga belum tahu pasti dan baru asumsi," bebernya.

Dia menjelaskan, upaya ini merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan kepada warga, pihaknya juga memberikan bantuan sembako kepada warga yang pernah kontak dekat dengan pasien positif.

"Perlu ditekankan ini bukan mengucilkan, justru ini support bagi warga agar wabah tidak meluas. Yang kontak langsung kami sarankan di situ semua tidak keluar wilayah, yang tidak kontak masih bisa keluar masuk," tuturnya. (*)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved