Corona di Bali

Warga Petulu Berutang untuk Bayar Rapid Test, Ini yang Dikatakan Juru Bicara Satgas Covid-19 Gianyar

Setelah dua orang warga Desa Petulu dinyatakan sembuh dari Covid-19, keluarganya kini mengalami gejala demam dan batuk

Pixabay
foto ilustrasi covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Setelah dua orang warga Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali dinyatakan sembuh dari Covid-19, kini muncul permasalahan baru.

Dimana setelah mereka pulang, keluarganya kini mengalami gejala demam dan batuk.

Ketika mereka menjalani rapid test, mereka malah harus membayar biaya ratusan ribu untuk satu alat.

Sementara di keluarga ini ada empat orang yang menjalani rapid test.

Jadi Zona Merah Virus Corona, Sebuah Gang Perumahan di Denpasar Utara Diisolasi Mandiri

Cerita Viral Lelaki yang Nekad Konsumsi Magic Mushroom & Berujung Kapok, Pakar Ungkap Bahayanya Ini

BTS Raup Penghasilan Hingga Ratusan Juta Rupiah per Postingan TikTok

Mereka terpaksa berutang (ngebon) dalam membayar alat rapid untuk dua dari empat orang tersebut.

"Entah itu disebut test mandiri atau bagaimana, tapi saat test rapid mereka dijemput Satgas," ujar NA, yang merupakan kerabat pasien, Jumat (1/5/2020).

NA menuturkan kronologis mengapa keempat orang kerabatnya ini harus menjalani rapid test.

Berawal dari pasien PMI, IPA dan pamannya INK yang sempat positif Covid-19.

Kini mereka sudah negatif dan sudah dipulangkan.

Namun setelah mereka pulang, anggota keluarga lainnya kini mengalami gejala demam dan batuk.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved