Virus Corona

Live via Youtube, Najwa Shihab dan Nadiem Makarim Bahas Teori Konspirasi dalam Kasus Covid-19

Najwa menuturkan bahwa pada saat ini, teori konspirasi sangat laku dan populer di berbagai negara

Istimewa/Kolase foto instagram @najwashihab
Presenter Najwa Shihab menggaungkan kerja di rumah saja untuk cegah penyebaran virus corona 

TRIBUN-BALI.COM - Presenter Najwa Shihab dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim membahas soal teori konspirasi dalam kasus Covid-19.

Dalam live Youtube Kemendikbud, keduanya bicara soal teori konspirasi.

Najwa menuturkan bahwa pada saat ini, teori konspirasi sangat laku dan populer di berbagai negara

“Mas Menteri ini nggak cuman di Indonesia di berbagai negara, teori konspirasI Covid-19 ini sangat laku. Benar begitu mas Nadiem?,” tanya Najwa Shihab dalam siaran live acara peringatan Hari Peringatan Pendidikan Nasional ‘Belajar Dari Covid-19’, Sabtu (2/5/2020).

Rencana Kembali Beroperasinya Layanan Penerbangan Lion Air Group Mulai 3 Mei Ditunda, Ini Alasannya

Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali Siapkan Dapur Umum Penuhi Logistik untuk Warga Serokadan Bangli

6 Tips Aman Pesan Makanan Online di Masa Pandemi Corona, Agar Terhindar dari Penyakit!

Membenarkan pertanyaan Najwa, Nadiem Makarim mengatakan hal tersebut merupakan wujud psikologis manusia yang tak bisa menerima keadaan.

“Betul, satu hal tentang psikologi manusia dan ini berhubungan dengan pendidikan manusia, kenapa wabah ini berdampak banget pada seluruh dunia ini dan tak bisa diterima. Jika sudah begitu harus ada satu hal yang harus disalahkan. Karena pandemi ini nggak bisa diterima seluruhnya jadi harus ada yang disalahkan, dengan teori konspirasi.” Ucap Nadiem 

“Padahal scientist sudah memprediksikan semua ini, virus ini sudah ada dan akan terjadi, tinggal kapannya saja. Bahkan ini kenungkinan bisa saja terjadi lagi. Tapi kan kita bisa belajar dari masalah ini,” tuturnya.

Nadiem mengatakan jika suatu saat terjadi wabah serupa , masyarakat bisa belajar dari kejadian saat ini. Dan ia berharap manusia bisa kapok dan jadi lebih baik dalam menjaga lingkungan untuk ke depannya.

“Kita menghadapi hal yang sudah diprediksi oleh scientist tapi kita tidak mendengarkan scientist. Ini menjadi pelajaran, apakah di masa mendatang kita tidak mendengarkan scientist di masa depan?,” ujar Nadiem

“Saya harap kita semua kapok yaa dan bisa menjaga tidak hanya diri saja tapi lingkungan tempat kita hidup,” jelasnya.(*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved