Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Wiki Bali

WIKI BALI - Berkenalan dengan SMAN 8 Denpasar, Ini Sejarah hingga Misinya

SMAN 8 Denpasar berdiri pada 12 Maret 2007 berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Denpasar bernomor 28 tanggal 12 Maret 2007

Tayang:
Penulis: Noviana Windri | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Suasana pendaftaran PPDB Jalur NEM pada hari pertama di SMAN 8 Denpasar, Sabtu (6/7/2019). 

Penerimaan siswa baru pertama kali adalah tahun ajaran 2006/2007 dengan jumlah siswa 266 orang, dengan 6 rombongan belajar yang terdiri dari 127 orang siswa laki-laki dan 139 orang siswi perempuan.

Secara perlahan dan pasti sekolah ini ditata dengan berbagai kelengkapan untuk secepatnya dapat memenuhi sekolah yang berstandar nasional.

Baik menyangkut sarana prasarana fisik seperti ruang kelas belajar, laboratorium, perpustakaan mauapun sumber daya manusianya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Pemerintah dengan dukungan orangtua siswa yang tergabung dalam Komite terus bersinergi untuk sesegera mungkin SMAN 8 Denpasar bisa berjajar dengan sekolah lainnya yang ada di Kota Denpasar.

SMAN 8 Denpasar dengan lingkungan alam yang ramah dan nyaman penuh tetumbuhan besar terkesan sekolah ini berada di tengah-tengah hutan, kemudian dipinggiran timur sekolah membentang sungai Ayung.

Kondisi sekolah ini dapat memberikan dorongan kepada Bapak/Ibu Guru dan Siswa untuk tenang dan damai melakukan proses pembelajaran sesuai dengan mottonya ‘RTASYA PATHA PRETA’ yang bermakna dasarilah Hidup ini dengan Kesetiaan (SATYA) dan Keyakinan (SRADDHA).

Semua komponen sekolah berkomitmen untuk terus mengembangkan pendidikan dengan berbasiskan pada budaya dan lingkungan.

VISI

Berpijak dari Kearifan Lokal menuju Persaingan Global Berwawasan Lingkungan

MISI

1.   Memelihara kesucian tempat ibadah dan melaksanakan persembahyangan sesuai dengan keyakinan / kepercayaan.

2.   Memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu dengan berpedoman pada nilai-nilai karakter.

3.   Mengembangkan kreativitas peserta didik secara optimal dalam bidang akademik dan non akademik agar mampu berkompetensi di tingkat Kota, Provinsi, Nasional dan Internasional.

4.   Menerima peserta didik / warga sekolah tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, golongan, dan sosial ekonomi.

5.   Menciptakan budaya sekolah peduli terhadap lingkungan, budaya bersih, berbudi pekerti luhur, tertib, dan disiplin.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved