Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Didi Kempot Meninggal

Presiden Suriname dan Ibu Negara Terpesona Penampilan Didi Kempot

Didi Kempot mendapat plakat Stichting JAMU (Jawa Musik) yang diserahkan langsung oleh Presiden Suriname.

Editor: Bambang Wiyono
Kompas.com
Didi Kempot 

TRIBUN-BALI.COM - Popularitas Didi Kempot tidak hanya meroket di Indonesia. Di luar negeri, namanya juga populer terutama di Suriname. Musisi bernama asli Dionisius Prasetyo itu sudah 9 kali manggung di Stadion Anthony Nesty, Suriname.

Terakhir kali konser Didi Kempot di Suriname adalah pada Sabtu (29/9/2018), dan mengobati kerindunan warga Suriname terhadap alunan suara merdunya.

"Didi disambut dengan antusias oleh para penggemarnya, baik orang tua maupun muda, dari bermacam-macam etnis, mulai dari Jawa keturunan Indonesia, Hindustani keturunan India, Maroon, hingga Kreol," tulis Aloysius Budi Kurniawan di artikel tertanggal 5 Oktober 2018 tersebut.

Bahkan Presiden Suriname Desi Bouterse dan Ibu Negara Ingrid Waldring Bouterse juga hadir menyaksikan penampilan Didi Kempot yang kala itu berusia 51 tahun.

Maestro campursari ini mengawali konsernya pada 2018 dengan memanjatkan doa bersama untuk para korban gempa bumi dan tsunami di Palu serta Donggala.

Doa ini juga mewujudkan solidaritas warga Suriname atas bencana alam di Sulawesi tersebut, yang memakan banyak korban dan kerusakan besar.

Lagu-lagu yang dibawakan dalam konser Didi Kempot di Suriname itu termasuk karya lawasnya antara lain Sir-siran, Trimo Ngalah, Cucak Rowo, Sewu Kuto, Cidro, dan Kalung Emas.

Tak ketinggalan, lagu-lagu baru juga dibawakan musisi kelahiran Surakarta, 31 Desember 1966 itu seperti Ngingu Pitik, dan Banyu Langit.

”Karena pentas di Suriname, maka Didi membawakan lagu-lagunya yang bernuansa Suriname, seperti Kenyo Suriname dan Layang Kangen,” ucap Duta Besar RI untuk Suriname saat itu, Dominicus Supratikto.

”Mereka hapal dan ikut melantunkan lagu-lagu saya, apalagi Kenyo Suriname maupun lagu penutup ’Layang Kangen’,” ucap Didi dikutip dari Kompas.id.

Penyanyi yang dijuluki The Godfather of Brokenheart itu juga mengaku sempat kaget lantaran banyak orang Suriname keturunan Jawa yang hapal lagu-lagunya di luar kepala.

Diberitakan juga Didi Kempot mendapat plakat Stichting JAMU (Jawa Musik) yang diserahkan langsung oleh Presiden Suriname.

Stichting JAMU adalah sebuah yayasan yang didirikan Menteri Dalam Negeri Suriname Soewarto Moestadja untuk melestarikan kebudayaan Jawa di Suriname, khususnya lagu-lagu Jawa.

Didi Kempot tampil di konser itu dan memuaskan dahaga kerinduan penggemarnya di Suriname.

Mereka berharap Didi Kempot bisa segera manggung lagi di sana, tetapi sayangnya takdir berkata lain. The Godfather of Brokenheart mengembuskan napas terakhirnya di RS Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/5/2020). Didi Kempot meninggal pada pukul 07.30 WIB di usia 53 tahun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kilas Balik Konser Didi Kempot di Suriname, Dibanjiri Penonton dan Dihadiri Presiden", 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved