Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Flobamora Bali Minta Gubernur Bali Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Lewat Desa Dinas

Flobamora Bali meminta Gubernur Bali, I Wayan Koster mendistribusikan bantuan sosial melalui jalur desa dinas.

Tayang:
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Flobamora Bali saat menerima bantuan ratusan paket sembako di Base Camp, Warung Sang Dewi, Jalan Tukad Musi, Renon, Denpasar, Bali, pada Selasa (5/5/2020). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satuan Tugas Covid-19 Paguyuban keluarga Nusa Tenggara Timur atau Flobamora Bali meminta Gubernur Bali, I Wayan Koster mendistribusikan bantuan sosial melalui jalur desa dinas.

Ketus Satgas Covid-19 Flobamora Bali, Beny Ule Ander mengatakan terdapat 22 unit ikatan keluarga kabupaten dan kota NTT yang tinggal di Bali, banyak membutuhkan bantuan pemerintah dalam masa sulit terdampak pandemi Covid-19.

"Paguyuban etnis NTT diakui pemerintah Bali, kami ingin melakukan lobi akses pemerintah Bali maupun pemerintah NTT, pendistribusian bantuan sosial dana pemerintah untuk di Bali diusulkan menggunakan jalur desa dinas, tidak hanya desa adat," kata Beny kepada Tribun Bali, Rabu (6/5/2020).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Donasikan APD untuk RSUD Wangaya

Kata Jerinx SID Soal Didi Kempot, Musisi Organik Tidak Pakai Gimik

Gendo Bongkar Kejanggalan Persidangan Teller Bank

Beny mengatakan, penyaluran bantuan sosial lewat desa adat hanya diperuntukan bagi krama desa adat atau banjar dan krama tamiu, sedangkan tamiu tidak mendapat bantuan, untuk itu pihaknya meminta Gubernur agar menyalurkan bansos melalui desa dinas.

"Warga NTT termasuk tamiu meskipun ber-KTP Bali, yang bukan Hindu dari tempat lain. Struktur klasifikasi secara aturan desa adat terdiri dari masyarakat banjar krama adat atau banjar, lalu masyarakat Bali dari banjar lain disebut krama tamiu," paparnya

Beny menambahkan, saat ini tengah melakukan pendataan terhadap keluarga NTT anggota Flobamora Bali yang tidak punya penghasilan dan kehilangan pekerjaan akibat Pandemi Covid-19.

"Kami khawatir menimbulkan kecemburuan sosial dan kerawanan sosial. Kami minta penyaluran bansos melalui desa dinas sehingga bisa diterima semua WNI yang ada di Bali ini," kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum Flobamora Bali, Yusdi Diaz menuturkan, pihaknya memiliki sistem informasi keanggotaan (SIK).

Berdasarkan data SIK, Flobamora di Bali berjumlah 11.126 orang.

"Melalui SIK Ini kita bisa tahu keluarga yang benar-benar terdampak ekonomi, kami menugaskan kepada para ketua unit ikatan keluarga untuk mendata warga-warganya, 21 kabupaten dan 1 kota siapa yang benar-benar hari ini untuk makan saja susah," katanya

Selain pemerintah, Flobamora juga telah mencari bantuan kepada pihak swasta, swadaya dan penggalian dana melalui penjualan masker.

"Bantuan terkumpul disalurkan ke setiap unit," ujarnya. (*).

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved