Corona di Bali

Flobamora Bali Usulkan Evakuasi Warga Secara Bertahap, Minta Pemerintah NTT Terbuka

Beny Ule Ander berharap pemerintah NTT terbuka bagi pemulangan warga yang nasibnya terkatung-katung di Bali.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Flobamora Bali saat menerima bantuan ratusan paket sembako di Base Camp, Warung Sang Dewi, Jalan Tukad Musi, Renon, Denpasar, Bali, pada Selasa (5/5/2020). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI, DENPASAR - Ketua Satuan Tugas Covid-19 Paguyuban warga Nusa Tenggara Timur (NTT) Flobamora Bali Beny Ule Ander berharap pemerintah NTT terbuka bagi pemulangan warga yang nasibnya terkatung-katung di Bali.

Beny mengusulkan program evakuasi bertahap di tengah pembatasan-pembatasan akses keluar masuk yang diberlakukan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Kami melobi pemerintah NTT agar warga ber-KTP NTT di Bali nasibnya sekarang terkatung katung bisa dipulangkan melalui program evakuasi bertahap di tengah pembatasan, kami berharap warga mendapatkan perhatian dari pemerintah NTT, dengan mengikuti protokol kesehatan proses kesehatan," kata Beny kepada Tribun Bali, Rabu (6/5/2020).

Menurut Beny, warga NTT yang pulang ke kampung halaman dari Bali agar nantinya bisa diterima dengan dilakukan karantina 14 hari terlebih dahulu di suatu tempat khusus.

Otsuka Support Pocari Sweat dan Oronamin C untuk Paramedis

Wakapolres Klungkung Beri Bantuan Sembako Warga Terdampak COVID-19

8 Pasien Positive COVID-19 Asal Karangasem Dinyatakan Sembuh

"Pulang ke kampung halaman dan mereka harus bersedia karantina 14 hari, rapid test dan lain sebagainya," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Flobamora Bali, Yusdi Diaz menuturkan, saat ini terdapat 11.126 orang NTT yang berada di Bali.

Pihaknya saat ini mendata yang terdampak Covid-19 dan tidak lagi memiliki penghasilan.

Beberapa waktu lalu puluhan warga NTT yang sempat tertahan di Kecamatan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat tidak bisa masuk ke NTT.

Sape merupakan satu-satunya kecamatan yang memiliki Pelabuhan menghubungkan Labuhan Bajo, NTT.

"Harapan kami mereka bisa pulang, usaha di kampung halaman, bisa berkebun dan lain-lain," kata dia. (*).

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved