Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

VIDEO Sekda Bali Marahi ASN Viral, Gubernur Koster Singgung Sosok ini yang Besar-besarkan

VIDEO Sekda Bali Marahi ASN Viral, Gubernur Koster Singgung Sosok ini yang Besar-besarkan

Tayang: | Diperbarui:
istimewa
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra. Pemprov Bali Optimalkan Teba Modern di Lingkungan Kantor Perangkat Daerah 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Viral di media sosial video Sekretaris Daerah atau Sekda Bali, Dewa Made Indra memarahi para aparatur sipil negara atau ASN.

Video Sekda yang viral itu terkait bocornya informasi donasi ASN untuk bencana banjir.

Setelah diunggah, video kemarahan Sekda terhadap ASN melalui zoom tersebut menuai komentar pedas dari netizen. 

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa apa yang disampaikan Sekda tidak dimaksudkan sebagai teguran berlebihan.

Baca juga: TERUNGKAP Mahasiswi Made Vaniradya Dirangkul dan Dicium Pipinya Sebelum Dihabisi Sang Pacar

Menurut Koster hal yang dilakukan Sekda itu wajar sebagai bagian dari peran seorang pembina kepegawaian.

“Enggak negur, enggak, beliaunya enggak negur, enggak. Beliau itu Sekda sebagai pembina pegawai.

Wajar saja, dan ini donasinya adalah sifatnya gotong royong sukarela. Apa yang jadi masalah?,” kata, Koster pada Senin 22 September 2025. 

Terkait adanya anggapan bahwa donasi dipatok dengan nominal tertentu, Koster menjelaskan acuan jumlah sumbangan didasarkan pada perbedaan jenjang pangkat dan penghasilan ASN.

“Dipatok itu karena tingkat hasilnya beda. Jenjang pangkatnya beda, penghasilan kan beda.

Kan donasi ada yang ada yang 30 (juta) ada yang 20, ada yang 15, ada yang 8 per bulan. Kan diberikan acuan.

Mau sesuai acuan, mau lebih besar, mau lebih rendah, enggak juga enggak apa-apa, enggak ada masalah,” imbuh Koster.

Gubernur Bali itu memastikan mekanisme donasi akan dilakukan secara transparan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Ia menyebut pola gotong royong ini bukan hal baru.

Baca juga: GADIS MUDA Akhiri Hidup di Denpasar, Jari Tangan Jadi Sorotan, Pacar Sempat Bingung

“Oh, ya pasti transparansi. Yang mengelola itu adalah Badan Kepegawaian Daerah. Pasti transparansi, pasti transparan. Pola ini sudah diterapkan waktu erupsi Gunung Agung dan waktu Covid-19.

Skemanya sama. Karena namanya gotong-royong. Enggak pakai surat SK segala macam. Apa yang masalah? Ini internal pegawai,” tegasnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved