Melalui Kuasa Hukum, Gede S Bantah Jadi Ketua Panitia Pengabenan Sudaji

Melalui Kuasa Hukum, Gede S Bantah Jadi Ketua Panitia Pengabenan Sudaji

Istimewa
Proses Upacara Pengabenan di Desa Sudaji, Jumat (1/5/2020) lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA– Kasus Upacara Pengabenan di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng terus berlanjut.

Kuasa Hukum Gede S, Gede Suryadilaga terpantau mendatangi Mapolres Buleleng pada Kamis (7/5).

Kedatangan Suryadilaga bertujuan untuk menanyakan alasan Polres Buleleng menetapkan kliennya sebagai tersangka.

Kepada awak media, Suryadilaga menegaskan bahwa Gede S bukan ketua panitia pengabenan seperti yang selama ini disebutkan oleh Polres Buleleng.

Suryadilaga mengklaim kliennya itu merupakan peserta ngaben yang dilaksanakan oleh Dadia Pasek Kubayan.

“Penjelasan dari Gede S, memang tidak ada pantia. Dia ini peserta ngaben, bukan pelaksana ngaben. Makanya saya bingung kenapa Gede S ini ditetapkan sebagai tersangka,” terang Suryadilaga.

Suryadilaga juga menyebutkan, sebelum upacara pengabenan digelar, peserta ngaben sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Sudaji.

Bahkan, Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi juga sudah turun ke Desa Sudaji. Kala itu, Satgas Provinsi sudah mengizinkan, namun dengan syarat harus memperhatikan protap penanganan covid, seperti sosial distancing dan physical distancing.

Namun karena kondisi geografis Desa Sudaji yang memiliki jalan terjal, peserta ngaben pun terpaksa melibatkan orang banyak untuk mengusung bade.

“Seharusnya bukan dia (Gede S) tersangkanya. Dia bukan ketua panitia, tidak ada panitia dalam upacara pengabenan itu. Saya juga sekaligus datang untuk melihat BAPnya, seperti apa Gede S ini memberikan keterangan kepada polisi,” ucapnya.

Sementara Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya mengatakan, saat diperiksa Gede S sendiri lah yang mengaku sebagai ketua panitia, orang yang bertanggung jawab dalam upacara pengabenan yang digelar pada Jumat (1/5) lalu.

“Dia (Gede S) sendiri kok yang mengaku sebagai ketua panitia. Kan saat diperiksa ditanya selaku apa, siapa yang bertanggung jawab. Kalau misalnya sekarang dia mengaku bukan sebagai ketua pantia, bisa saja. Itu haknya dia. Nanti polisi yang membuktikan,” tegas Sumarjaya.

Dengan kedatangan Gede Suryadilaga ke Mapolres Buleleng, Sumarjaya menyebut pihaknya belum menerima surat kuasa secara resmi yang menyatakan jika Suryadilaga, sebagai kuasa hukum tersangka Gede S.

“Secara resmi Kasat Reskrim belum menerima surat kuasa. Jadi koordinasi masih dilakukan secara intens,” pungkasnya. (rtu)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved