Perayaan Tri Suci Waisak di Maha Vihara Denpasar Digelar Sederhana, Beberapa Ritual Ditiadakan

Perayaan Tri Suci Waisak di Maha Vihara Denpasar Digelar Sederhana, Beberapa Ritual Ditiadakan

Tribun Bali/Putu Supartika
Perayaan Tri Suci Waisak di Maha Vihara Denpasar Digelar Sederhana, Beberapa Ritual Ditiadakan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pelaksanaan hari Tri Suci Waisak 2563  tahun 2020 ini berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19.

Seperti halnya di wihara yang berada di Kawasan Jalan Soputan Denpasar yang bernama Maha Vihara, Kamis (7/5/2020).

Di wihara ini situasinya terlihat lengang dan hanya ada petugas keamanan yang berjaga di depan wihara.

Sementara di dalam Wihara, peribadatan di wihara hanya dilakukan oleh para Maitreya sebanyak 14 orang.

Persembahyangan dipimpin oleh Pendeta Adhi Sunyata, Koordinator Wihara Wilayah Bali-Nusra.

Adi menyampaikan, perayan hari Tri Suci Waisak dilakukan dipagi hari pada pukul 06.30 Wita dengan sedikit umat.

Perayaan dilakukan dengan sederhana dan menyarankan umat untuk melakukan peribadatan di rumah masing-masing.

“Biasanya kan dua kali perayaannya yakni pagi dan malam. Untuk tahun ini sama, cuma tidak ramai, hanya maitreya saja yang terlibat,” katanya.

Walaupun tak semeriah perayaan tahun sebelumnya, akan tetapi ada hal positif yang dapat dipetik yakni beribadat berjalan khusyuk tanpa mengurangi makna.

“Bukannya dulu-dulu tidak khusyuk, tapi saat ini momen yang istimewa. Bisa beribadat dengan lebih tenang dan hening, sehingga aura-aura serta energi positif lebih mudah diserap. Dapat juga memunculkan ide-ide baru. Kami nikmati kondisi ini sebagai sebuah anugrah untuk kita introspeksi diri. Melihat ke dalam diri lebih banyak,” katanya.

Sementara itu, beberapa ritual ditiadakan dikarenakan tak boleh melakukan kegiatan yang mengundang keramaian.

Ritual buah dan bunga misalnya kali ini tak dilaksanakan.

Ritual ini dilakukan untuk memberikan penghormatan atas kekuatan dan kesempurnaan yang telah dicapai oleh Sang Budha.

Biasanya ritual ini dilaksanakan sebelum persembahyangan dimulai bersama dengan umat yang hadir. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved