Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bukan Salah Bunda Mengandung

Tiga hari lalu viral di medsos tayangan berita Tribunews.com mengenai meningkatnya kehamilan di Tasikmalaya Jawa Barat selama pandemi Covid-19.

Tayang:
Penulis: DionDBPutra | Editor: Eviera Paramita Sandi
NET
Ilustrasi hamil. 

"Pandemi ini akan memperparah ketidaksetaraan, jutaan perempuan dan anak perempuan sekarang berisiko kehilangan kemampuan untuk merencanakan keluarga mereka, melindungi tubuh dan kesehatan mereka,” ujar Direktur Eksekutif UNFPA Dr. Natalia Kanem, Rabu 6 Mei 2020.

Data UNFPA menunjukkan, 47 juta perempuan di 114 negara berpenghasilan rendah-menengah tidak mampu mengakses alat kontrasepsi modern.

Akibatnya sekitar 7 juta kehamilan tak diinginkan akan terjadi jika karantina wilayah (lockdown) berlangsung hingga 6 bulan dan ada gangguan pelayanan kesehatan.

Setiap rentang 3 bulan karantina wilayah akan bertambah sekitar 2 juta perempuan yang tidak dapat menggunakan kontrasepsi.

Tak hanya itu. Menurut Natalia Kanem, sekitar 31 juta tambahan kasus kekerasan berbasis gender akan terjadi bila karantina wilayah berlangsung hingga 6 bulan.

Untuk setiap rentang 3 bulan karantina wilayah, tambahan 15 juta kasus kekerasan berbasis gender akan terjadi.

UNFPA juga menyebut Covid-19 akan mengganggu upaya mengakhiri perkawinan anak, yang berpotensi menambah angka perkawinan anak hingga 13 juta pada periode 2020 hingga 2030.

Sesuatu yang seharusnya dapat dihindari.

“Kesehatan dan hak reproduksi perempuan harus dilindungi dengan segala cara. Pelayanan harus tetap berlanjut, persediaan harus tetap dikirimkan, dan kelompok rentan harus dilindungi dan didukung," demikian Natalia Kanem.

Artinya apa dari semua cerita lebar dan panjang di atas?

Poinnya bukan salah bunda mengandung.

Sebelum terlambat jauh, mari kampanyekan dengan sungguh gerakan mengendalikan kehamilan selama pandemi Covid-19.

Negeri gemah ripah loh jinawi ini amat berkepentingan dengan itu.

Soalnya begini tuan dan puan. Indonesia menghadapi perkara sangat serius terkait laju pertumbuhan penduduk. Dengan laju pertumbuhan 1,49 persen saat ini, penduduk bertambah 4,5 juta orang saban tahun.

Bukan jumlah yang rawit kan?

Sejak lima tahun lalu pemerintah sudah bertekad menekan laju pertumbuhan penduduk pada angka 1,1 persen.

Salah satu cara ialah menggelorakan kembali program Keluarga Berencana (KB).

Pemerintah bangun kampung KB di mana-mana.

Nah, program KB terancam gagal selama masa pandemi covid-19.

Kebijakan kerja dari rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah menyebabkan terbatasnya akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan.

Karena itu, pemerintah mulai dari level kepala negara sampai ketua RT mesti giat mengkampanyekan KB di tengah pandemi.

Bahasa kerennya, harus ada intervesi dari negara. Segera!

Ajak pasangan usia subur pakai kontrasepsi agar tidak kecolongan.

Rencanakan kehamilan secara baik.

Covid ini sudah bikin ekonomi sulit, pahit dan pailit.

Jangan tambah derita si kecil ketika lahir karena untuk segelas susu pun orang tuanya tak mampu beli.

Gubernur, wali kota, bupati, camat, lurah, perbekel, hukum tua, tokoh agama, tetua adat atau apapun namanya, tak cukup lagi sekadar mengimbau masyarakat pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, rajin olahraga dan sebagainya.

Bicara juga soal hamil, melahirkan dan merawat anak.

Kebijakan #Dirumahsaja memang momen indah merajut kasih sayang.

Cuma si buah hatimu mesti direncanakan kehadirannya agar dia sehat, cerdas, sejahtera dan bahagia.

Anakmu Bukanlah Milikmu, kata penyair Khalil Gibran sejak abad yang lampau.

Mari merenungkan kembali kata-katanya.

Anakmu bukanlah milikmu,

mereka adalah putra putri sang Hidup,

yang rindu akan dirinya sendiri.

 

Mereka lahir lewat engkau,

tetapi bukan dari engkau,

mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

 

Berikanlah mereka kasih sayangmu,

namun jangan sodorkan pemikiranmu,

sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.

 

Patut kau berikan rumah bagi raganya,

namun tidak bagi jiwanya,

sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,

yang tiada dapat kau kunjungi,

sekalipun dalam mimpimu.

 

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,

namun jangan membuat mereka menyerupaimu,

sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,

ataupun tenggelam ke masa lampau.

 

Engkaulah busur asal anakmu,

anak panah hidup, melesat pergi.

 

Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,

Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,

hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.

 

Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,

sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,

sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.

(dion db putra)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
Live
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved